BACA JUGA: Ganjar Babak Belur di Kandang Sendiri, Pengamat Ungkap Banyak Faktor Kekalahan 03 di Jateng
Keinginan kuat Jokowi dan Prabowo mampu ubah arah pernyataan PDI Perjuangan yang kukuh jadi oposisi?
Dosen prodi Ilmu Pemerintahan Undip itu tak menampik pentingnya kehadiran partai besar dan kuat untuk berada di luar dan mengawasi kinerja pemerintahan. Meskipun pilihan itu bukan hal yang mudah bagi parpol, tak terkecuali PDI Perjuangan
“Ada PKS dan bahkan PDIP juga pernah mengalam itu [memilih oposisi], tapi ini menguntungkan, karena ada lembaga, ada parpol yang memang punya posisi dan peran pengawas. Check and ballancing itu menjadi clear dan berjalan,” tegasnya.
Sehingga, partai pengusung maupun pendukung di luar paslon 02 akan mempertimbangkan untuk menjadi oposisi atau tidak.
“Semangatnya Pak Prabowo untuk merangkul semua sudah terlihat, meskipun nanti akan ada yang ditinggalkan, tetapi itu karakter politik Indonesia. Tidak mengenal oposisi biner, artinya hitam-putih, mana pemerintah dan oposisi itu terlihat jelas,” jelasnya.
Ia pun memaparkan hal-hal yang memungkinkan PDI Perjuangan bisa saja merubah pernyataannya dan bergabung ke pemerintahan. Salah satunya, psikologis Megawati hingga pertimbangan manfaat jika partai itu bergabung ke pemerintahan.
“Jadi ada historis, kedalaman hubungan, psikologis Bu Mega saat ini yang mungkin memang belum terbuka, namun kita tidak tahu ke depan akan bagaimana. Serta pertimbangan manfaat dan mudaratnya ketika PDIP berada di dalam atau di luar pemerintahan,” tandasnya.
Kans PDIP jadi oposisi
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, angkat suara perihal kans partai berlambang banteng dan moncong putih itu menjadi oposisi pemerintah dalam periode 2024-2029.
Hingga saat ini, pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, terpantau unggul dalam perhitungan cepat (quick count) hingga Sabtu, 17 Februari 2024 pukul 19.30.




