“Di Semarang, makan lontong saat Cap Go Meh jadi wajib. Kalau Tionghoa di Surabaya atau Jakarta nggak makan lontong nggak apa-apa. Kalau Tionghoa di Semarang kaya wajib dan bisa makan banyak sekali,” sambungnya.
BACA JUGA: Rayakan Cap Go Meh, Siswa Sekolah Kuncup Melati Kota Semarang Santap Lontong Opor Bareng-bareng
Sementara itu, salah satu peserta dari Komunitas Difabel Mandiri, Rizma Meitarusi mengaku senang bisa mengikuti perayaan Cap Go Meh ini. Apalagi, ia mendapat dua buah tangan yakni cokelat dan angpao.
“Seneng banget, jadi tau tradisi Cap Go Meh seperti apa. Karena ini pertama kali ikut,” ucap dia. (*)
Editor: Farah Nazila





