“Jawa Tengah hanya memiliki sembilan kawasan industri. Sementara Jawa Barat lebih dari 140 kawasan, dan Jawa Timur lebih dari 15,” terang Sakina.
Ia menuturkan, kondisi tersebut membuat daya tarik investasi Jawa Tengah kalah dari dua provinsi tetangganya, khususnya untuk investor yang mengutamakan kemudahan perizinan. Oleh sebab itu, Pemprov Jawa Tengah mendorong percepatan pembukaan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) baru.
“Dengan kawasan industri, pasti ada magnet investasi. Karena pengelola kawasan sudah menyiapkan izin lingkungan seperti AMDAL, serta ada insentif pajak berupa tax allowance dan tax holiday. Ini menjadi daya tarik besar bagi investor,” ujarnya.
BACA JUGA: Marak Judol, Pinjol, dan MLM Berkedok Investasi Menyasar Anak Muda, Ini Bahayanya
Sakina menyebut, capaian investasi tertinggi di Jawa Tengah pada triwulan III tahun ini masih terkonsentrasi di daerah yang memiliki kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK).
“Yang paling tinggi tetap Kendal, Kota Semarang, Demak, dan Batang. Baru setelah itu Pemalang yang justru di luar kawasan industri,” katanya.
Keempat daerah tersebut ia nilai berhasil menarik investor karena dukungan infrastruktur yang memadai dan kesiapan kawasan industri. Sementara Pemalang menjadi catatan tersendiri karena mampu tumbuh tanpa berada dalam kawasan industri resmi.
Wilayah Jateng selatan masih minim pengembangan kawasan industri
Meski bagian utara berkembang pesat, Sakina mengakui masih ada kesenjangan investasi di wilayah selatan Jawa Tengah. Hingga kini, hanya ada satu kawasan industri yang beroperasi di selatan, yakni Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW) di Cilacap.
“Memang ada disparitas, kawasan industri di bagian selatan itu baru satu, di Cilacap,” ucapnya.
Kini, Pemprov Jawa Tengah membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk mengembangkan kawasan industri di wilayah selatan. Beberapa kabupaten seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purbalingga disebut tengah mengajukan pembentukan kawasan industri baru.
“Pak Gubernur dalam beberapa forum bisnis selalu menyampaikan bahwa bagian selatan masih terbuka. KPI-nya sudah ada, tinggal dikembangkan menjadi kawasan industri,” lanjut Sakina.





