SEMARANG, beritajateng.tv – Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan Kota Semarang menggelar Forum Pemangku Kepentingan Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 dan 2 di SMP Negeri 39 Semarang, Rabu (21/6/2023).
Wali Wilayah Kota Semarang BBPMP Jateng, Yuniarti mengatakan pelaksanakan kegiatan tersebut sebagai refleksi bagi sekolah penggerak, khususnya di Kota Semarang.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan guru dari sekolah penggerak berkesempatan untuk saling berbagi praktek baik dari satuan pendidikannya masing-masing.
“Jadi sekolah penggerak berkumpul untuk menceritakan refleksi kerja yang sudah dilakukan selama satu tahun, mereka berbagi praktek baik kepada sekolah-sekolah lain. Bagaimana sekolah menjadikan peserta didik ini menjadi subjek dan bagaimana peserta didik menjadi lebih aktif yang mereka mencari informasi dan segala sesuatu tentang pembelajarannya bukan lagi mereka hanya duduk dikelas menerima pembelajaran,” kata Yuniarti kepada awak media.
Adapun sebanyak 64 satuan pendidikan mengikuti kegiatan tersebut, dengan rincian PAUD sejumlah 24 sekolah, SD sejumlah 26 sekolah, SMP sejumlah 9 sekolah dan SMA sejumlah 5 sekolah.
Dari jumlah tersebut, PAUD menjadi satuan pendidikan yang mengirimkan sekolah penggerak terbanyak di Kota Semarang.
“Yang pertama ada sharing season, yang namanya berbagi praktek baik jadi mereka menceritakan pengalaman di sekolah masing-masing selama satu tahun seperti apa,” lanjutnya.
Transfer Knowledge dalam Forum Pemangku Kepentingan
Yuniarti juga menyebut, setiap sekolah mengirimkan tiga orang. Yakni kepala sekolah, satu guru dan satu pengawas. Ketiganya akan bertugas membuat rancangan sekolah di masa depan.
“Yang sesi kedua ada yang namanya impian sekolah masa depan, mereka membuat ide sekolah mereka di masa depan mau begini. Jadi mereka merancang sekolah impian di masa depan akan seperti apa,” paparnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kedinasan Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan pihaknya mengapresiasi dengan adanya gelaran acara ini.
Ia pun berharap kedepan kegiatan forum pemangku kepentingan ini bisa berlangsung lebih besar lagi dengan melibatkan stakeholder terkait agar bisa bersama-sama berdiskusi terkait impementasi sekolah penggerak.
“Jadi saya mendukung dengan adanya forum pemangku kepentingan sekolah penggerak ini. Saya pun ada usulan untuk mengundang dewan pendidikan dan komite sekolah. Bergabung bersama-sama kepala sekolah dan guru untuk mendiskusikan bagaimana impementasi sekolah penggerak ini,” katanya.
Ia pun berharap nantinya seluruh sekolah di Kota Semarang bisa menjadi sekolah penggerak semua. Konsep transfer knowledge menurut Bambang dapat berlangsung antara sekolah penggerak dengan sekolah yang belum menjadi sekolah penggerak lainnya.
“Tapi kalau harus bertahap kami ada konsep transfer knowledge temen-temen yang sudah menjadi sekolah penggerak ini kepada sekolah-sekolah yang belum, sehingga bisa melakukan prepare kegiatan untuk memenuhi unsur-unsur sekolah penggerak. Jadi kedepannya sama-sama maju antara sekolah yang penggerak dan belum ini,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





