SEMARANG, beritajateng.tv – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah melaporkan hasil kinerjanya kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng.
Acara silaturahmi itu digelar di Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, pada Minggu, 23 Maret 2025 sore.
Hadir Ketua DPW PKB Jawa Tengah K.H. M. Yusuf Chudlori beserta para pengurus dan anggota DPRD Jateng. Hadir pula Ketua PWNU Jateng K.H. Abdul Ghofar Rozin dan jajaran pengurus, serta Rois Syuriah PWNU Jateng K.H. Ubaidillah Shodaqoh.
Yusuf Chudlori mengatakan agenda sowan ini dalam rangka melanjutkan tradisi yang sudah terbangun sejak lama. Silaturahmi ini sekaligus untuk menerima berbagai masukan.
“Ini untuk semakin merekatkan. Rekatkan hubungan dhohir dan batin PKB dan NU, dalam hal ini PWNU Jawa Tengah,” ujarnya.
PKB, kata Yusuf, selalu merasa punya panggilan dan tanggung jawab terkait apa yang sudah dilakukan dan sudah diperjuangkan kader-kader PKB di jalan politik kepada NU.
BACA JUGA: PKB Jawa Tengah Kukuhkan 2 Badan Otonom, Fokus Entaskan Kemiskinan hingga Tanggulangi Bencana
“Alhamdulillah Jawa Tengah kondusif. Matur nuwun, Mbah Ubaid, Gus Rozin, dan PCNU se-Jawa Tengah,” ungkap sosok yang akrab disapa Gus Yusuf ini.
Gus Yusuf pun melaporkan bahwa kursi PKB d DPRD Jateng masih bertahan di angka 20. Namun, kursi PKB di kabupaten/kota bertambah.
“Kita punya 11 ketua DPRD di kabupaten/kota. Artinya, sebagai pemenang ini capaian yang luar biasa,” sebutnya.
Terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, kata Gus Yusuf, sebanyak 4 kader terpilih sebagai bupati. Padahal, pada periode sebelumnya hanya 2 orang.
“Kemudian untuk wakil ada 10, di mana dulu 4. Semuanya siap berkhidmah pada NU,” terangnya.
Pererat hubungan dengan PWNU, PKB terus kawal perda pesantren
Lebih lanjut, PKB, jelas Gus Yusuf, juga terus mengawal keberadaan peraturan daerah (perda) pesantren. Saat ini, perda itu sudah sampai tahapan rancangan peraturan gubernur (Rapergub).
“Rapergub sudah siap. Tinggal tanda tangan gubernur. Artinya afirmasi kita terhadap pesantren baik berupa bantuan atau politik anggaran sudah masuk RPJMD Jateng,” jelasnya.
Meski demikian, hal ini tetap membutuhkan pengawalan. “Termasuk tentunya dari NU sendiri,” kata Gus Yusuf.
Sementara itu, K.H. Abdul Ghofar Rozin menyebut agenda ini merupakan majelis yang merekatkan warga NU di jam’iyah maupun partai.
Dengan komunikasi yang intens, ia berharap gagasan NU dibawa ke ranah politik sehingga kehadirannya sebagai jamaah maupun jam’iyah semakin terasa.
“Komunikasi yang produktif, komunikasi yang solutif,” ujarnya.
Adapun K.H. Ubaidillah Shodaqoh menyatakan dirinya hanya merupakan tuan rumah. Namun, ia menerangkan bahwa pertemuan PKB dengan PWNU memang rutin digelar.
“Ini sudah tradisi, adakan pertemuan bersama. Tidak hanya buka puasa di bulan Ramadan, kami juga aktif koordinasi dengan PKB,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




