Jateng

Resmi Dilarang, Begini Suasana Anyar Bendungan Pleret di Banjir Kanal Barat yang Sempat Viral

×

Resmi Dilarang, Begini Suasana Anyar Bendungan Pleret di Banjir Kanal Barat yang Sempat Viral

Sebarkan artikel ini
bendungan pleret banjir kanal barat
Suasana sepi di Bendungan Pleret, Banjir Kanal Barat pada Senin, 22 Juli 2024. Terlihat tak ada satupun warga yang berseluncur paska dilarang oleh petugas. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa minggu terakhir, viral bocah seluncuran di Bendungan Pleret, Banjir Kanal Barat Semarang. Aksi itu bahkan menjadi tontonan dan menarik perhatian dari seluruh penjuru Kota Semarang bahkan luar kota.

Namun, ada pemandangan yang berbeda pada Senin, 22 Juli 2024. Jika biasanya mendekati sore hari masyarakat ramai berkerumun, kali ini area Bendungan Pleret, tampak lenggang.

Hanya ada sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang yang berjaga di sekitar pintu masuk Bendungan Pleret. Sementara di area mercu bendungan, tak ada satupun anak-anak yang bermain seluncuran.

BACA JUGA: Viral Surfing Bendungan Pleret BKB, Mbak Ita Himbau Masyarakat Waspada dan Berhati-hati Air Bah

Di area pedesterian, hanya ada beberapa orang yang menikmati senja dengan duduk bersantai. Selain itu, ada juga beberapa masyarakat yang memilih memancing di pinggiran bendungan.

BBWS Pemali Juwana dan Camat Semarang Barat larang aksi seluncur di Bendungan Pleret

Aksi berseluncur di Bendungan Pleret, kemudian menuai respons pro dan kontra. Pasalnya, aksi berseluncur di bendungan memiliki ancaman kecelakaan yang membahayakan pengunjung.

Terbaru, BBWS Pemali Juwana memutuskan untuk melarang anak-anak bermain di sekitar Bendungan Pleret.

“Kami sampaikan kepada publik bahwa Bendungan Simongan ini sebagai pengendali banjir dan untuk penyediaan air baku di Kota Semarang,” kata PPNS Bidang Sumber Daya Air BBWS Pemali Juana, Ariyanto kepada awak media.

Ia menekankan, Bendungan Pleret atau Bendungan Simongan bukanlah arena bermain. Namun, sejak viral di media sosial, tak sedikit masyarakat yang menganggap Bendungan Pleret sebagai objek wisata.

Bahkan, ada juga masyarakat dari luar Kota Semarang jauh-jauh datang karena penasaran dan ingin menyaksikan.

“Ada dari Grobogan, bahkan Blora, karena viral tersebut sampai datang ke sini, ternyata ini adalah Bendung Simongan,” ungkapnya.

Ada potensi bahaya mengancam

Lebih lanjut, Ariyanto sadar jika Bendungan Pleret mengundang atensi masyarakat karena bisa menjadi alternatif wisata murah meriah. Akan tetapi, ia menegaskan jika potensi bahaya mengintai jika masih nekat bermain di area Bendungan Pleret.

BACA JUGA: Viral jadi Wisata Dadakan, Wahana Surfing Bendungan Pleret Kini Ditutup Petugas, Kok Bisa?

Di sisi lain, ia menilai jika fenomena anak-anak bermain di Bendungan Pleret terjadi di waktu tertentu. Misalnya saat liburan sekolah saja.

Sementara, hari ini merupakan hari pertama sekolah tahun ajaran baru.

“Minggu ini kami memberikan edukasi supaya mereka paham berbagai resiko mulai dari cedera, kepala bisa terbentur bahkan sampai meninggal dunia,” tandas Ariyanto. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp