SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu penyebab kemacetan selama arus mudik maupun balik khususnya di jalan tol adalah antrean kendaraan yang ingin masuk ke rest area.
Hal tersebut berdasarkan penuturan Pakar transportasi asal Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Djoko Setijowarno. Ia menyebut, banyaknya kendaraan yang ingin masuk ke rest area sering kali menyendat lalu lintas.
Saking padatnya rest area, tak sedikit kendaraan pemudik yang kemudian memilih parkir di bahu jalan. Hal tersebut kemudian membuat lebar jalan menyempit dan memperparah antrean kendaraan.
Menurut Djoko, rest area di dalam jalan tol tidak mungkin tambah jumlahnya. Ia berpendapat, pemerintah seharusnya memilih alternatif lainnya, yaitu dengan membangun rest area di luar jalan tol.
BACA JUGA: Empat Rest Area Cantik di Tol Jawa Tengah, Sediakan Spot Foto yang Instagramable!
“Rest area di tol nggak mungkin ditambah, tapi bagaimana membuat rest area di dekat pintu tol. Contohnya kaya di Salatiga, Ngawi,” kata Djoko saat beritajateng.tv hubungi, Selasa, 16 April 2024.
Djoko mencontohkan, negara tetangga seperti Malaysia telah lebih dulu memilih membangun rest area di luar jalan tol. Selain meminimalisir antrian, rest area di luar tol juga bisa membantu perekonomian warga sekitar.
“Nggak perlu besar, bisa lebih murah, dan kalau buat rest area di tol pasti mahal. Kalau mau nambah lebih baik di dekat gerbang tol, seperti di Salatiga,” tambahnya.
Selain soal rest area, Pemerintah mestinya tak terlalu fokus pada jalan tol
Lebih lanjut, Djoko sendiri tak mempermasalahkan adanya kemacetan pada saat arus mudik maupun balik Lebaran 2024. Sebab, ia menyadari volume kendaraan juga mengalami kenaikan signifikan pada masa tersebut.
Akan tetapi, Djoko turut menyayangkan pemerintah yang hanya berfokus pada penyelenggaraan fasilitas transportasi darat. Padahal, kata Djoko, banyak sarana angkutan umum yang bisa menjadi pilihan masyarakat.
“Survei menunjukkan kalau minat masyarakat terhadap angkutan umum semakin tinggi. Ini tugasnya pemerintah bagaimana menambah kapasitas, baik kereta api atau bus,” kata Djoko yang juga Wakil Ketua Umum Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu.
Oleh karenanya, Djoko menyarankan di tahun berikutnya pemerintah agar tidak terlalu fokus pada jalan tol. Sebab, segala fasilitas jalan tol hanya akan menambah jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
“Jangan selamanya mudik mengandalkan jalan raya, mengandalkan tol, jalur alternatif lainnya masih bisa difungsikan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





