“Misal ada tanah tadah hujan yang sangat luas, maka Tani Merdeka bisa diusulkan program pompanisasi untuk mengairi sawah. Sehingga tanah tadah hujan bisa ditanami dan paben tiga kali dalam setahun,” tegas Sudaryono.
Terkait deklarasi dukungan sebagai Calon Gubernur Jateng dari Tani Merdeka, Sudaryono, menyatakan siap menjaga amanah mereka untuk memimpin Jateng menjadi provinsi yang maju dan mapan.
“Itu aspirasi yang harus saya jaga. Kalau mereka menghendaki saya maju, saya jawab akan gaspoll,” terang Sudaryono.
Adapun Kongres Tani Merdeka I yang berlangsung pada 29-30 Juni 2024 ini hadir 1800 peserta. Dari para pengurus DPD Tani Merdeka se-Indonesia dan 35 DPC Tani Merdeka se-Jateng. (*)
Editor: Elly Amaliyah





