Tidak hanya alat kesehatan yang rusak, kerugian juga dialami dari dampak kebakaran yakni menonantifkan aktivitas rumah sakit hingga 10 hari. “Sejak hari pertama, 81 pasien kita pindahkan ke sejumlah rumah sakit. Sejak saat itu juga aktivitas kami hentikan 7 – 10 hari, kami tidak menerima pasien,” terangnya.
Melalui rapat intern, baik owner maupun managemen, RSPA tidak lagi berharap ganti rugi dari pihak SU.
“Tapi kami ingin, Pemda Demak dapat bersikap tegas dengan keberadaan pabrik dengan aktivitasnya yang mengganggu aktivitas rumah sakit. Kami ingin pabrik itu dipindah,” pungkas pengawas internal RSPA Mranggen Kabupaten Demak. (BW/El)





