Jateng

Rumah Korban Longsor Ditanggung Pabrik Es, Wali Kota Semarang Relokasi PKL Antisipasi Musim Hujan

×

Rumah Korban Longsor Ditanggung Pabrik Es, Wali Kota Semarang Relokasi PKL Antisipasi Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Relokasi PKL | pabrik longsor candisari semarang
Penanganan pasca longsor Pabrik Unit Es Kristal di Jalan Dr. Wahidin No. 52, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Kamis, 11 September 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memastikan penanganan bagi korban longsor di Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, terus berjalan.

Agustina menyebut rumah-rumah yang terdampak longsor penanggung perbaikannya ialah perusahaan pemilik talut pabrik es yang longsor.

Pihak perusahaan, kata Agustina, juga telah menanggung kebutuhan mendesak bagi korban. Salah satunya dengan mencarikan rumah kos atau kontrakan untuk ditempati sementara.

BACA JUGA: Warga Ungkap Detik-Detik Longsor Talut Pabrik Es Kristal di Candisari: Air Naik Gak Sampai 5 Menit

“Pagi ini saya mendapat laporan [korban terdampak longsor] langsung dicarikan kos-kosan, untuk selama proses penggantian pembangunan rumahnya,” ujar Agustina saat dijumpai di lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 11 September 2025.

Menurut keterangannya, ada sembilan unit rumah yang terdampak. Warga yang kehilangan tempat tinggalnya pun diupayakan bisa tetap beraktivitas dengan aman, meski masih menunggu pembangunan kembali rumah mereka.

“Yang terdampak sembilan rumah ya, ada sembilan rumah,” kata Agustina.

Antisipasi musim hujan, Agustina bakal relokasi PKL di atas saluran air

Selain memastikan penanganan korban longsor, Agustina juga menekankan pentingnya antisipasi menghadapi musim hujan. Menurutnya, titik rawan longsor maupun banjir di Kota Semarang setiap tahun cenderung berulang.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan melakukan langkah tegas, salah satunya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di atas saluran air.

“Mungkin dalam waktu dekat saya akan lebih banyak membuat masyarakat mengerti, mungkin kita akan membubarkan sebentar PKL yang ada di atas saluran. Ya, saya mohon maaf untuk itu, tapi ini harus kita lakukan untuk membuka jalur air,” jelasnya.

BACA JUGA: Medan Sulit, Penanganan Longsor Talut Pabrik Es di Candisari Berlangsung Lama

Agustina meminta dukungan semua pihak untuk menyosialisasikan rencana ini. Ia menyadari keputusan itu bisa menimbulkan gangguan sementara bagi para pedagang. Namun, menurutnya wajib melakukan langkah tersebut demi mitigasi bencana di musim hujan.

“Yang penting, di dalam situasi ekonomi yang seperti ini pemerintah siap mengeluarkan upaya agar masyarakat tetap bisa mencari rezeki dengan baik,” ujarnya.

“Kalau misalnya prosesnya terganggu, ya mari kita diskusi. Apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat selama gangguan yang ditimbulkan untuk membenahi infrastruktur, supaya kita bisa memitigasi lebih dini tentang potensi bencana yang akan datang,” sambung Agustina.

Tujuan titik relokasi

Lebih lanjut, Agustina menyebut titik relokasi PKL yang dimaksud berada di kawasan Jalan Kolonel Sugiyono. Ia menyebut, PKL diminta menyingkir sementara agar saluran air bisa dibuka.

“Ya, mungkin minggir dulu bentarlah, wong paling-paling 1,5 meter, tapi kan jadi becek, jadi jelek. Ya pokoknya yang di atasnya itu bubarkan dulu bentarlah,” ujarnya.

Meski begitu, Agustina memastikan Pemkot Semarang terbuka untuk diskusi soal lokasi relokasi. Beberapa opsi masih dalam pertimbangan, termasuk kemungkinan pemindahan ke area terdekat yang lebih layak.

“Nanti di sebelah sananya atau bagaimana, atau mungkin masuk ke Matahari atau apa gitu. Nanti kita lihat, deh. Belum final soal bagaimana proses perawatannya. Intinya, pemerintah ini dibentuk dan hadir untuk mengurusi masyarakatnya,” tegasnya.

BACA JUGA: Empat Rumah Rusak Akibat Talut Pabrik Es Longsor di Candisari Semarang, 14 KK Mengungsi

Kabar sebelumnya, talut pabrik es di Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, ambrol pada Selasa, 9 September 2025 malam.

Peristiwa itu membuat empat rumah warga rusak parah dan 14 kepala keluarga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sejumlah warga sempat mengisahkan detik-detik longsor yang berlangsung cepat. Warga menyebut air tiba-tiba naik hanya dalam hitungan kurang dari lima menit sebelum talut jebol dan menyeret material ke rumah-rumah di bawahnya.

Kondisi darurat itu langsung BPBD Kota Semarang tangani bersama pihak terkait. Namun warga berharap ada langkah antisipasi jangka panjang, agar peristiwa serupa tidak terulang ketika musim hujan kembali datang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp