SEMARANG, beritajateng.tv – Penanganan longsor talut Pabrik Unit Es Kristal di Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Semarang, masih terus berlangsung. Longsoran sepanjang 150 meter dengan ketinggian 20–25 meter itu menimpa empat rumah warga dan menyebabkan 14 KK harus mengungsi.
Danramil 05/Banyumanik, Mayor ARM Robby Abdullah, menjelaskan bahwa proses penanganan cukup sulit karena kondisi medan yang terjal.
“Untuk menurunkan alat berat saja kita harus menggunakan crane, karena kemiringannya mencapai 20–25 meter,” ungkapnya saat beritajateng.tv temui di lokasi pada Kamis, 11 September 2025.
Kemungkinan, ia melanjutkan bahwa proses ini tidak bisa selesai dalam satu hari karena cuaca yang tidak menentu.
BACA JUGA: Empat Rumah Rusak Akibat Talut Pabrik Es Longsor di Candisari Semarang, 14 Warga Mengungsi
Sekitar 15 personel teritorial, 10 anggota bantuan hukum, serta 2 anggota tambahan di turunkan dalam penanganan. Selain itu, 10 anggota kepolisian serta sejumlah relawan dan warga turut membantu di lokasi.
“Semua bergabung, baik TNI, Polri, maupun masyarakat, untuk membantu proses penanganan di lapangan,” jelasnya.
Selain merusak rumah warga, longsoran juga menutup saluran air sehingga menimbulkan luapan.
“Saat ini kami sedang mencari titik-titik lorongan air agar bila hujan turun bisa mengalir dengan lancar. Karena butuh waktu dan medan cukup sulit,” jelasnya.
Imbauan Kewaspadaan Warga
Abdullah mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di tepi sungai atau lahan miring, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Perhatikan keretakan bangunan. Jika ada tanda-tanda longsor segera melapor, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
BACA JUGA: Sesar Aktif di Wilayah Perbukitan, Tingkatkan Prediksi Longsor Semarang?
Sementara itu, pihak Pabrik Unit Es Kristal disebut telah berkomitmen penuh menanggung seluruh kerugian warga terdampak.
“Semua korban sudah dievakuasi, dan pihak perusahaan bertanggung jawab atas perbaikan rumah serta kerugian lain,” pungkas Abdullah. (*)
Editor: Farah Nazila





