Jateng

Saat Perjalanan Jauh, Pemudik Disarankan Tidak Sembarangan Memilih Makanan

×

Saat Perjalanan Jauh, Pemudik Disarankan Tidak Sembarangan Memilih Makanan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Nur Hidayat (hem abu- abu) saat menghadiri peresmian Posko BPJS Kesehatan di Rest Area KM 429A Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat, 13 Maret 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Nur Hidayat (hem abu- abu) saat menghadiri peresmian Posko BPJS Kesehatan di Rest Area KM 429A Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat, 13 Maret 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

UNGARAN, beritajateng.tv — Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang mengingatkan para pemudik yang melakukan perjalanan jauh agar tidak sembarangan dalam memilih makanan.

Saat melakukan perjalanan mudik antar daerah, pemudik disarankan menghindari jenis makanan yang berpotensi memicu gangguan pencernaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Nur Hidayat, mengatakan saat berpuasa di rumah, menu sahur dan berbuka biasanya lebih terjamin dari sisi kebersihan dan kualitas.

Namun ketika melakukan perjalanan jauh, pemudik harus lebih berhati-hati dalam memilih menu untuk berbuka puasa maupun makan sahur.

“Jika tidak hati-hati, makanan yang di konsumsi bisa memicu gangguan pada pencernaan,” jelasnya usai menghadiri peresmian Posko Mudik BPJS Kesehatan di Rest Area KM 429A Tol Semarang–Solo, Jumat, 13 Maret 2026.

BACA JUGA: Mudik Gratis Lewat Tol Fungsional Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani, Catat Tanggalnya!

Syaiful menambahkan, saat melakukan perjalanan jauh pemudik cukup rentan mengalami gangguan pencernaan karena perubahan pola makan selama di perjalanan.

Selain itu, kondisi tubuh juga dapat mengalami penurunan setelah berkendara dalam waktu lama.

“Jika sampai mengalami gangguan pencernaan seperti diare, tentu akan sangat mengganggu perjalanan,” katanya.

Di sisi lain, Syaiful juga mengapresiasi kehadiran Posko Mudik yang BPJS Kesehatan siapkan karena ternilai sangat membantu para pemudik.

Posko yang berada di kawasan Rest Area KM 429A ruas Tol Semarang–Solo tersebut ternilai strategis. Hal ini karena berada di jalur utama Tol Trans Jawa yang perkiraannya akan ramai pemudik lalui.

“Dengan adanya Posko Mudik BPJS Kesehatan ini, pemudik dapat memulihkan kondisi sekaligus melakukan pengecekan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, mengatakan Posko Mudik BPJS Kesehatan akan beroperasi selama 24 jam mulai 13 hingga 18 Maret 2026.

Secara nasional, BPJS Kesehatan membuka posko mudik di delapan titik, yakni di Pelabuhan Merak, Terminal Pulo Gebang, Rest Area Tol Cipularang KM 88A, Rest Area Tol Cipali KM 166A, Rest Area Tol Ungaran KM 429A, Rest Area Tol Masaran KM 519A, Terminal Purabaya, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

Selain layanan kesehatan, posko tersebut juga menyediakan konsultasi kesehatan, pemberian obat, tindakan medis sederhana hingga rujukan jika diperlukan.

BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran 2026, BBPJN Pastikan Ruas Jalan Palur-Sragen Bebas Banjir

Posko juga terlengkapi fasilitas relaksasi dan tempat istirahat, penyediaan makanan ringan, pengisian daya ponsel, serta sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Bagi kami, mudik bukan sekadar perjalanan berangkat dan kembali ke tujuan, tetapi juga memastikan kesehatan tetap terjaga saat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman,” tegas Vetty. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp