SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) telah menyalurkan sebanyak 62,4 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) pada Januari 2024. Kabarnya, penyaluran beras itu untuk 8.242 KK di 5 (lima) kabupaten se-Jateng.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng, Dyah Lukisari menyebut penyaluran bantuan baru-baru ini ialah 10 ton beras untuk Kabupaten Brebes. Adapun 10 ton itu dibagikan untuk 1.000 warga miskin di Brebes pada Senin, 29 Januari 2024 lalu.
“Beras bantuan yang telah digulirkan selama Januari 2024 didistribusikan untuk lima kabupaten. Ada di Klaten, Karanganyar (tiga kali distribusi), Sragen, Rembang, dan Brebes (dua kali distribusi),” ujar Dyah saat beritajateng.tv konfirmasi melalui WhatsApp, Rabu 31 Januari 2024.
Menurutnya, penyaluran di wilayah-wilayah itu bertujuan untuk mengatasi beberapa kondisi. Baik itu kemiskinan, dampak kekeringan El-Nino, hingga menjaga stabilitas indeks perkembangan harga (IPH).
“Tahun 2023 lalu telah ada penyaluran bantuan CPPD beras sebanyak 211,9 ton untuk 40.132 penerima di 67 lokasi di Jawa Tengah,” sambungnya.
BACA JUGA: Raih Penghargaan, Indeks Kota Toleran Semarang Terus Alami Peningkatan
Tak sekadar mendistribusikan beras CPPD, Dinas Ketahanan Pangan Jateng turut memberi fasilitas pengiriman komoditas harga pangan.
Dengan mekanisme tersebut, Dyah menilai, harga pangan lebih murah dari harga pasaran. Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar pangan murah.
Berikan mie mokaf kepada masyarakat untuk kenalkan pangan lokal
Selain beras, Dinas Ketahanan Pangan Jateng turut menyalurkan 17.500 bungkus mi mocaf. Dyah menilai, upaya itu pihaknya lakukan sebagai bentuk penganekaragaman pangan lokal
“Memang itu terobosan baru Dinas kita, supaya masyarakat kenal pangan lokal. Mocaf kan dari tepung singkong, ini loh ada mie mocaf yang tidak dari tepung terigu. Kita kenalkan dan kita bagikan (mie mocaf),” jelasnya.
Selain beras dan mocaf, Dyah menjelaskan jagung dan kedelai yang menjadi cadangan pangan lainnya.
“Kalau kedelai itu distribusinya ke kelompok pengrajin tahu tempe, yang jagung untuk peternak ayam sebagai pakan ternak. Kan cadangan pangan tidak cuma buat manusia,” bebernya.
Ia mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan akan terus melakukan berbagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan strategis di Jawa Tengah.
“Tahun 2023 lalu Dishanpan melakukan subsidi harga senilai Rp 5,1 miliar untuk tujuh komoditas pangan, yakni beras, jagung, kedelai, cabai, minyak goreng, gula pasir, dan bawang merah,” pungkas Dyah.
Pengiriman beras CPPD bulan Februari di Jateng mengikuti agenda Pj Gubernur
Telah gelontorkan hingga 60 ton lebih beras pada Januari 2024, Dyah belum dapat memastikan jumlah beras CPPD di bulan Februari 2024 mendatang. Alasannya, distribusi beras CPPD itu mengikuti agenda Pj Gubernur yang melakukan kunjungan kerja.
BACA JUGA: Tak Terganggu Kegiatan Pemilu, DPRD Jateng Komitmen Selesaikan 20 Raperda Prioritas di Tahun 2024
“Distribusi CPPD kita itu tidak rutin, menyesuaikan dengan agenda Pj Gub, jadi kita tidak bisa menarget berapa dan daerah mana. Yang jelas (itu dibagikan) mana kala Pj Gubernur melakukan kunker (kunjungan kerja), apalagi ini awal tahun dan sudah mulai pelaksanan pembangunan 2024,” terang Dyah.
Penentuan kelima daerah tersebut, bagi Dyah, melihat dari kabupaten yang masih tergolong miskin ekstrem di Jawa Tengah.
“Dua hari sebelum kunjungan, ada proses screening dulu untuk data penerima yang tidak termasuk bantuan penerima pangan Bapanas, yang di Bulog itu. Supaya tidak overlap,“ tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





