Sampah di Pasar Kobong Semarang Menumpuk, Disdag: Pedagang Tak Dipungut Retribusi

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Nurkholis.

Semarang, 2/8 (BeritaJateng.tv) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, penanganan sampah di dalam pasar kobong (Pasar Rejomulyo) belum bisa melakukan rutin pembersihan.

Hal ini terkendala dengan belum dipungutnya retribusi pedagang dan sebelumnya ada sengketa antara Pemerintah Kota dan pedagang Pasar Rejomulyo.

“Jadi berimbas karena kesulitan untuk menangani sampah di sana karena anggaran yang terbatas dimiliki oleh dinas,” ucap Nurkholis.

Nurkholis mengakui, kebersihan di Pasar Rejomulyo memang selama ini belum tersentuh. Pasalnya memang selama ini pasar kobong masih dalam sengketa.

“Pasar Kobong masih dalam sengketa, namun sekarang ini sudah ingkrah. Kita nanti lihat respon dari pedagang seperti apa karena memang tidak terpungut retribusi sampah selama ini. Kami akan data, termasuk retribusi setiap pedagang juga,” tuturnya.

Pihaknya mengakui omset pedagang ikan basah di Pasar Rejomulyo ini terbilang cukup besar. Harusnya, lanjut Nurkholis, hal tersebut juga harus diperhatikan dari segi kebersihan lingkungan sekitar.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini, dinas akan mengambil langkah dan berharap ada peran aktif juga dati pedagang. Pihaknya bahkan juga akan membuat surat edaran untuk mengajak kerja bakti setiap hari Jumat yang sebelumnya telah dipusatkan di Jalan Ahmad Dahlan.

“Lalu, selanjutnya Jumat mendatang kita rencanakan kerja bakti di Pasar Kobong, ini dijadwalkan dinas dan kita tekankan ke PPJP untuk ikut serta membersihkan sampah tersebut. Sekaligus dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke- 77,” tandasnya. (Ak/El)

Leave a Reply