SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perdagangan Kota Semarang meluruskan pemberitaan dan sebut tak ada Pungli atau pungutan liar oleh LPMK di Semarang.
Berkembangnya pemberitaan terkait Lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) yang menarik retribusi pasar pagi tanpa seizin Dinas Perdagangan.
Berita bahwa ulah LPMK yang mengacu pada ranah pungutan liar membuat Dinas Perdagangan (Disdag) meluruskan permasalahan tersebut.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengundang koordinator LPMK Kota Semarang untuk meluruskan permasalahan tersebut.
Pihaknya meminta maaf jika pemberitaan tersebut di nilai menuduh LPMK melakukan pungli.
“Saya mohon maaf jika pemberitaan kemarin menimbulkan persepsi seolah-olah kami menuduh LPMK melakukan pungli. Kami minta LPMK untuk membantu meningkatkan PAD karena target kami Rp 58 miliar. ” kata Fajar saat menemui koordinator LPMK di Rumah Makan Nglaras Roso, Selasa 1 Agustus 2023.
Fajar mengatakan justru LPMK bisa menjadi partner kerja dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pihaknya akan merangkul LPMK dengan membuat perjanjian kerjasama (MOU) sehingga PKL juga bisa terlindungi dan LPMK.
“Kita rangkul LPMK dan Disdag bisa terbantu dengan adanya LPMK untuk meningkatkan PAD. Kami akan adakan MOU LPMK Kota sehingga PKL juga bisa terlindungi dan salah satu peran LPMK membangkitkan UMKM wilayah,” jelasnya.
Fajar mengatakan akan ada penambahan 10.000 PKL yang akan di putuskan dalam Surat Keputusan (SK) Walikota untuk mendongkrak PAD. Nantinya dalam pengelolaan penambahan PKL tersebut pihaknya akan menggandeng LPMK.
“Sejak awal kami sampaikan boleh membentuk pasar minggu pagi yang saat ini baru ada 14, kalau masing-masing Kecamatan ada 4 kan lumayan. Jadi bisa bersinergi antara Disdag dan LPMK. Wujud nyata kerjasamanya untuk meningkatkan PAD,” bebernya.
Tak Ada Pungli oleh LPMK
Sementara itu, Ketua Koordinator LPMK Kota Semarang, Ahmad Fuad mengaku merasa kurang nyaman dengan adanya pemberitaan pungli oleh LPMK. Ia meluruskan bahwa hal itu tidak benar.





