Ekbis

Harga Bahan Pokok di Semarang Naik, Disdag Segera Lakukan Operasi Pasar

×

Harga Bahan Pokok di Semarang Naik, Disdag Segera Lakukan Operasi Pasar

Sebarkan artikel ini
Harga Bahan Pokok di Semarang Naik, Disdag Segera Lakukan Operasi Pasar
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), harga kebutuhan bahan pokok di Kota Semarang mulai mengalami kenaikan.

Berdasarkan informasi, peningkatan harga ini terlihat di pasar tradisional untuk berbagai komoditas, termasuk beras, daging, dan cabai.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menjelaskan bahwa pemantauan harga melalui sistem Si Harpa menunjukkan adanya kenaikan di beberapa sektor komoditas.

BACA JUGA: Sidak Keamanan Pangan di Semarang Jelang Nataru, Temukan Zat Berbahaya Formalin dan Pestisida

“Kami mencatat bahwa harga beras premium naik sebesar 4 persen, sementara beras medium meningkat 2,5 persen,” ujar Bambang.

Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi dan telur ayam. Daging ayam serta bawang putih turut mengalami kenaikan sebesar 4 persen. Yang paling signifikan, harga cabai keriting naik hingga 10 persen, sementara cabai rawit mengalami kenaikan sebesar 12 persen.

Meskipun terjadi kenaikan harga, Bambang menyatakan bahwa harga-harga tersebut masih dalam kategori wajar dan relatif terjangkau bagi masyarakat.

“Misalnya, meskipun harga beras naik, kami pastikan bahwa stoknya masih cukup dan kenaikannya masih wajar,” kata Bambang yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Bambang juga mengungkapkan bahwa operasi pasar akan pihaknya lakukan dalam waktu dekat. Tentunya dengan melibatkan aparatur dari kelurahan dan kecamatan untuk memantau langsung di pasar-pasar tradisional.

“Operasi pasar akan dilaksanakan sesuai konsep dari Bu Wali (Mbak Ita). Kami akan memberdayakan lurah dan camat untuk melakukan monitoring,” tambahnya.

Kenaikan harga bahan pokok di Semarang ini lantaran permintaan yang meningkat serta dampak musim hujan. Yang mengurangi hasil panen khususnya untuk komoditas cabai dan sayuran lainnya. “Permintaannya tinggi, tetapi faktor cuaca juga berpengaruh terhadap hasil panen dan distribusi barang,” pungkasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp