Menurut Ketua LPMK, Wahyu Puji Widodo, pihaknya sudah pernah menyampaikan hal tersebut ke pihak kecamatan, kelurahan serta DLH Kota Semarang. Bahwa sudah saatnya menangani sampah dengan rekayasa tehnologi. Sebagaimana telah dilaksanakan pertemuan di kecamatan bersama pihak DLH dan instansi terkait. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya.
“Sudah waktunya TPS Pasar Jangli dipindah, tidak di lokasi sekarang. Walikota perlu melihat langsung situasi saat ini agar segera mengambil sikap tegas, bagaimana solusinya,” tandas Marno, Ketua BKM Karang Asri Kelurahan Karanganyar Gunung.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subiyanto, perlu keseriusan semua pihak untuk penanganan sampah secara terpadu. Sehingga bisa menjadi sumber energi dan penghasilan bagi masyarakat.
Bank Sampah
Bank Sampah yang menjadi program Walikota Semarang perlu dukungan masyarakat dan semua lini di Kota Semarang, agar sampah di setiap sudut Kota Semarang tersolusikan.
Salah satu pedagang ayam potong di sebelah TPS Pasar Jangli, Margo berharap sampah di TPS Pasar Jangli yang menggunung, bau, hingga melimpah sampai ke jalan raya segera disikapi oleh pemerintah.
“Mudah-mudahan sampah di TPS Pasar Jangli yang selalu menggunung dan bau, hingga melimpah sampai ke jalan raya ini segera di sikapi oleh pemerintah. Kalau perlu di pindah,” ucapnya.
“Sampai kapan kami harus bertahan hidup di samping sampah?,” keluhnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





