SEMARANG, beritajateng.tv – Bagi pecinta kuliner sate di Kota Semarang, rasanya kurang pas kalau belum berkunjung ke Gang Sate 3S. Sebab, warung ini menyuguhkan sate dengan cita rasa yang jarang dijumpai di Kota Semarang.
Berada di Jalan Stadion Timur No. 51-52, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Gang Sate 3S baru resmi beroperasi pada Desember 2023 lalu. Membawa racikan sate khas Bandung, Gang Sate 3S seolah membawa khazanah kuliner baru di Kota Semarang.
“Awalnya memang nyobain sate pedes asin di Bandung dan di Semarang belum ada yang buka. Akhirnya aku beraniin diri buat buka ini,” kata sang pemilik, Sintya Farah Prasetya, kepada beritajateng.tv.
Sintya mengatakan, awalnya ia memasak sendiri semua bumbu dan satenya agar sesuai selera lidah orang Semarang. Ia bahkan membakar sate di rumah dan makan sate hampir tiap hari demi menemukan racikan yang pas.
Setelah trial and error selama satu bulan, dan meminta teman-temannya untuk memberi masukan, Sintya akhirnya menemukan resep yang cocok untuk warung satenya.
“Kalau di Bandung cuma dua varian, pedes sama asin. Terus aku mikir, kalau sate pedes asin aja mirip sama sate taichan, akhirnya aku modif buat varian pedes manis, dan itu juga yang jadi best seller-nya,” imbuhnya.
Murah meriah, Gang Sate 3S sehari bisa jual hingga 50 porsi
Hampir satu bulan beroperasi, Sintya mengaku perkembangan warung satenya sangat baik. Apalagi dengan adanya promosi di media sosial seperti Instagram dan TikTok.
“Kenapa namanya Gang Sate 3S, yang pertama karena kita jualan di gang, terus 3S itu sebenarnya singkatan namaku, nama ibuku, sama nama kakakku. Sintya, Sindy, dan Sinung,” jelasnya soal pemilihan nama.
Namun demikian, ia sempat mengalami kendala pada asap pembakaran sate. Awalnya, ia menggunakan arang namun karena memerlukan waktu yang lama dan asap yang berlebihan, Sintya akhirnya memutuskan untuk menggunakan pembakaran kompor gas.
Sementara untuk konsep, warung ini tampak dominan menggunakan gaya ala vintage dan sederhana. Hal itu terlihat dari ruangan yang berwarna putih dan sedikit poster yang menghiasi dinding bagian dalam.
“Aku pengen konsep yang jadul-jadul gitu. Aku nyari poster-poster di Pinterest aku print, logonya juga logo vintage gitu, soalnya ini tempatnya juga di gang (jual-beli) buku yang jadul,” jelasnya.
Dalam sehari, Sintya sanggup menjual hingga 50 porsi. Untuk harga terbilang murah, mulai dari Rp10 ribu sampai Rp19 ribu, dengan paket hemat sudah termasuk lontong dan nasi.
Gang Sate 3S sendiri buka setiap hari kecuali hari Kamis di mana mereka memilih libur. Mereka buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





