Gaya Hidup

Sejarah Puasa Tasua dan Asyura Dalam Islam, Bermula dari Kisah Nabi Musa dan Bani Israil

×

Sejarah Puasa Tasua dan Asyura Dalam Islam, Bermula dari Kisah Nabi Musa dan Bani Israil

Sebarkan artikel ini
Puasa Ayyamul Bidh
Ilustrasi puasa. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang istimewa bagi umat Islam. Terbukti dari adanya pelaksanaan ibadah puasa tasua dan asyura.

Dua puasa yang satu ini memiliki keutamaan yang sangat luar biasa setelah ibadah puasa Ramadan. Tak jarang banyak yang mengamalkannya demi mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Lalu bagaimana sejarah dari puasa tasua dan asyura? berikut akan beritajateng.tv bagikan informasi lengkapnya.

BACA JUGA: Gugurkan Dosa di Tahun Sebelumnya, Berikut Ini Keutamaan Berpuasa Tasua dan Asyura

Sejarah Puasa Tasua dan Asyura

Latar belakang puasa Asyura berkaitan erat dengan peristiwa yang Nabi Musa AS alami bersama Bani Israil. Pada masa itu, Allah SWT memberikan pertolongan kepada Nabi Musa dan para pengikutnya ketika Fir’aun mengejar mereka beserta pasukannya yang terkenal zalim.

Saat berada di tepi Laut Merah, mereka tampak berada dalam situasi yang sangat sulit tanpa jalan untuk bisa selamat.

Namun atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT, lautan tersebut terbelah sehingga Nabi Musa AS dan kaumnya dapat melintas dengan aman, sementara Fir’aun dan pasukannya akhirnya binasa.

Peristiwa agung yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT tersebut diyakini terjadi pada tanggal 10 Muharram.

Sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan pertolongan yang diberikan oleh Allah, Nabi Musa AS menjalankan ibadah puasa pada hari tersebut.

Ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, beliau melihat kaum Yahudi melaksanakan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk peringatan atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil.

BACA JUGA: Penting! Berikut Amalan di Malam 1 Muharram 1447 Hijiriah

Mengetahui hal itu, Rasulullah SAW menegaskan bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS.

Karena itu, beliau turut melaksanakan puasa Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk menjalankan ibadah puasa pada hari yang mulia tersebut.

Dalam hal ini Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau yang terkenal dengan sebutan puasa tasua.