SEMARANG, beritajateng.tv – Libur panjang lebaran diharapkan mampu membawa berkah bagi para pelaku usaha perhotelan di Kota Semarang. Pasalnya, diperkirakan terdapat 18,23 juta pemudik yang bakal melintas di Jawa Tengah.
Public Relation Harris Sentraland Semarang, Azkar Rizal Muhammad, mengatakan, pihaknya optimis tingkat keterisian kamar atau okupansi selama libur lebaran mencapai 100 persen. Hanya saja, memang terdapat perbedaan tren pemesanan paska Pandemi COVID-19.
Menurut Azkar, tamu atau jumlah reservasi baru akan mengalami kenaikan signifikan beberapa hari menjelang lebaran. Hal tersebut cenderung berbeda dari tren beberapa tahun yang lalu di mana tamu akan melakukan reservasi jauh-jauh hari sebelumnya.
“Kalo untuk target selama periode lebaran dari tahun ke tahun kita optimis di 100 persen, cuma memang tren setelah COVID itu okupansi kamar baru mengalami kenaikan yang signifikan di H-3 atau H-2 lebaran,” katanya kepada beritajateng.tv, Jumat, 5 April 2024.
Lebih jauh, Azkar mengungkapkan jika kebanyakan tamu di hotelnya masih banyak yang melakukan reservasi dibanding pemesanan langsung maupun lewat Online Travel Agent (OTA).
BACA JUGA: Bulan Ramadhan, Grand Candi Hotel Semarang Berbagi Kebaikan di Panti Asuhan YBMI
Sementara untuk marketnya sendiri campuran. Sebanyak 60 persen merupakan pemudik dari luar kota, baik yang sedang transit atau memang yang menuju Kota Semarang.
“Sedangkan 40 persen terisi oleh tamu dalam kota. Biasanya keluarga yang ditinggal mudik ART, mereka lebih prefer buat nginep di hotel,” sambungnya.
Sementara itu, Deo Galih P, Public Relations Hotel @HOM Simpang Lima mengatakan, pihaknya berharap tingkat hunian kamar saat libur lebaran nanti bisa terisi sepenuhnya. Apalagi, hotelnya merupakan hotel bisnis yang terletak di pusat Kota Semarang.
Sama seperti hotel lainnya, Deo menyebut jika mayoritas tamu saat ini melakukan pemesanan langsung di hotel. Bahkan, banyak tamu yang datang beberapa saat setelah waktu check in.
“Berkaca dari tahun sebelumnya, tamu seringnya last minute, misal mulai check in jam 2 tapi masih banyak booking yang masuk di jam 4 – 5 sore,” katanya.
Kenakan surcharge Rp250 ribu
Adapun selama libur lebaran, Hotel @HOM Simpang Lima turut menerapkan surcharge atau biaya tambahan sebesar Rp 250 ribu. Biaya tersebut berlaku selama 2 minggu, dari H-7 hari sebelum lebaran hingga H+7 setelah lebaran.
Lebih jelas, Deo menuturkan jika tamu pada ifthar atau buka puasa juga mengalami tren yang berbeda. Hingga hari terakhir atau 8 April nanti, masih banyak tamu buka puasa di Hotel @HOM Simpang Lima.
BACA JUGA: Earth Hour, Sejumlah Hotel di Kota Semarang Padamkan Lampu Serentak
Padahal, kata dia, di tahun sebelumnya tamu buka puasa mulai mengalami penurunan sejak satu minggu menjelang lebaran.
“Di awal ifthar tidak terlalu ramai, tapi hari ini kami iftar masih lanjut ramai sampai hari terakhir nanti. Ini juga yang bikin kita makin yakin, kayanya ifthar dan lebaran tahun ini juga trennya booking di last minute,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





