Lebih lanjut, Sumarno mengatakan data kondisi sekolah di Jawa Tengah telah dikelompokkan berdasarkan tingkat kerusakannya, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Namun, mengingat keterbatasan anggaran, Pemprov Jawa Tengah memprioritaskan rehabilitasi terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat.
“Di dalam data tersebut terdapat klasifikasi kondisi sekolah, mulai dari rusak ringan, rusak berat, dan sebagainya. Fokus program dari APBD Provinsi adalah menangani kondisi-kondisi sekolah yang rusak berat secara bertahap,” jelas Sumarno.
BACA JUGA: Tegaskan ASN Maju Pilkada di Jateng Harus Pensiun Dini, Sekda Sumarno: Baru Sinoeng yang Mengundurkan Diri
Meski begitu, Sumarno belum dapat menyebutkan jumlah pasti sekolah tingkat SMA maupun SMK yang mengalami kerusakan. Ia mengatakan data tersebut berada di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
“Saya kebetulan tidak memegang datanya, mungkin Dinas Pendidikan yang lebih tahu,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





