SEMARANG, beritajateng.tv – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengakui keterbatasan kapasitas fiskal menjadi salah satu penyebab masih adanya sekolah rusak yang belum tertangani di wilayahnya.
Selain itu, penentuan skala prioritas rehabilitasi sekolah juga ia nilai belum sepenuhnya presisi. Sehingga masih ada bangunan yang tertinggal dari program perbaikan.
Pernyataan itu Sumarno sampaikan saat menanggapi sorotan terhadap sejumlah sekolah rusak di Jawa Tengah, termasuk SDN Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, yang sebelumnya viral di media sosial.
“Kalau bicara soal kendala anggaran, yang namanya kapasitas fiskal tentu ada batasannya bagi kita semua. Hanya saja, mungkin penentuan skala prioritasnya yang belum sepenuhnya presisi, sehingga masih ada beberapa yang tertinggal dari program penanganan,” ujar Sumarno saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 28 Juli 2026.
Meski demikian, Sumarno menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) selama ini telah melakukan pendataan kondisi sekolah sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi. Baik yang dibiayai melalui APBD maupun diusulkan kepada pemerintah pusat.
BACA JUGA: Kasus Pasung di Jawa Tengah Capai 176, Sekda Sumarno: Jumlahnya Turun dari 252
Ia menegaskan, pendataan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
Sedangkan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Sebenarnya terkait kondisi sekolah-sekolah, kami sudah mengidentifikasi dan selalu melakukan pendataan. Karena untuk mengusulkan program rehabilitasi sekolah ke pusat, tentu harus melalui identifikasi terlebih dahulu,” tutur Sumarno.
Ia menjelaskan, apabila ada temuan sekolah yang belum masuk dalam prioritas penanganan, pemerintah akan segera melakukan koordinasi agar kondisi tersebut dapat segera ada penindaklanjutan.
“Memang kalau ada kasus kemarin yang mungkin agak terlewat, tentu saja hal ini akan dikoordinasikan agar kondisi sekolah yang rusak tersebut segera ditindaklanjuti,” imbuh Sumarno.





