Jateng

Sekda Jateng Imbau ASN Tak Kritik Pemerintah di Medsos, Minta Sampaikan Masukan ke Atasan

×

Sekda Jateng Imbau ASN Tak Kritik Pemerintah di Medsos, Minta Sampaikan Masukan ke Atasan

Sebarkan artikel ini
ASN Kritik
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memberi arahan usai pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 25 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta aparatur sipil negara (ASN) tidak menyampaikan kritik, masukan, maupun komentar mengenai pemerintah melalui media sosial.

Sumarno meminta seluruh ASN memanfaatkan jalur internal yang telah tersedia untuk menyampaikan berbagai aspirasi tersebut.

Pesan itu Sumarno sampaikan usai pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 25 Juni 2026 sore.

Pihaknya menegaskan, pemerintah tidak menutup đť–˝iri terhadap kritik. Namun, sebagai ASN, setiap masukan sebaiknya tersampaikan melalui mekanisme organisasi secara berjenjang, mulai dari atasan langsung hingga pimpinan.

BACA JUGA: Pemprov Jateng Kucurkan Rp250 Miliar untuk Gaji ke-13 ASN, Tenaga Pendidik dan Nakes Penerima Terbanyak

“Kami mohon kita ini menjadi aparat sipil negara. Kalau punya masukan, punya kritik terhadap pemerintahan, terhadap kita, kepada mungkin dari Pemprov Jateng dan sebagainya, panjenengan semua punya saluran yang sudah pasti, yang sudah jelas,” ujar Sumarno.

Ia mengungkap, setiap ASN memiliki jalur komunikasi resmi yang lebih tepat daripada menyampaikan pendapat melalui media sosial.

“Jenengan bisa konfirmasi atau memberi masukan kepada atasan panjenengan. Nanti secara mengalir akan naik ke atas,” lanjutnya.

Sumarno juga mengingatkan ASN agar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia menilai penyampaian kritik melalui mekanisme internal akan lebih tepat sasaran dan lebih mudah memperoleh tindak lanjut.

“Kita sebagai aparat sipil negara tidak seharusnya menyampaikan informasi. Karena kita punya saluran yang sudah pasti dan mudah. Secara berjenjang, masukan, kritik, konfirmasi itu bisa 𝖽isampaikan secara langsung,” sambungnya.

Sumarno Sebut Kritik dari ASN Bukan Hal Tabu bagi Pemerintah

Sumarno menegaskan kritik dari masyarakat maupun ASN bukan sesuatu yang harus đť–˝ihindari. Sebaliknya, kata đť–˝ia, kritik justru menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah agar pelayanan publik terus membaik.

Sebab itu, Sumarno meminta setiap ASN tetap menyampaikan berbagai masukan maupun gagasan, tetapi melalui jalur yang sesuai dengan mekanisme birokrasi.

“Masukan dan kritik itu bukan sesuatu yang tabu. Bagi kita semua, kalau 𝖽ikritik masyarakat itu bukan sesuatu yang harus kita hindari. Karena kritik dan koreksi masyarakat adalah bentuk untuk membantu kita, untuk meluruskan kita lagi kepada jalur yang benar,” terang Sumarno

Ia bahkan mempersilakan ASN menyampaikan gagasan secara langsung kepada pimpinan apabila memang đť–˝iperlukan.

“Kalau ada masukan, kritik, ide-ide, tolong 𝖽isampaikan kepada saluran-saluran yang sudah seharusnya. Kepada atasan panjenengan, kepada pimpinan panjenengan, mungkin langsung kepada saya. Monggo,” kata Sumarno.

Jelaskan Maksud Pesan soal Media Sosial

Usai pelantikan, Sumarno menjelaskan kembali bahwa pesannya bukan melarang ASN menggunakan media sosial.

Ia hanya mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tidak tersampaikan melalui ruang publik apabila sudah tersedia mekanisme resmi di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, penyampaian aspirasi melalui jalur internal akan lebih efektif karena langsung đť–˝iterima oleh pihak yang memiliki kewenangan.

“Karena kita ASN, kalau mau memberi masukan, kritik kepada pemerintah kan ada saluran yang lebih pas. Dan itu lebih tepat,” ujarnya.

BACA JUGA: Evaluasi Empat Ribu ASN Pemprov Jateng yang WFH: Lokasi Pegawai Dipantau Lewat Aplikasi

Ia mengatakan setiap masukan yang tersampaikan melalui jalur berjenjang akan sampai kepada pimpinan dan memperoleh respons sesuai kewenangan.

“Kalau mau memberi masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu bisa menyampaikan lewat saluran yang seharusnya, bisa ke atasannya, bisa secara berjenjang nanti akan sampai,” katanya.

Sumarno mempertanyakan alasan penyampaian kritik melalui media sosial apabila pemerintah telah menyediakan mekanisme komunikasi resmi.

“Kalau berstatement atau memberi masukan di media sosial, wong punya saluran yang seharusnya kenapa harus di luar,” tuturnya.

Minta ASN Jadi Teladan bagi Masyarakat

Selain mengingatkan soal etika bermedia sosial, Sumarno juga meminta seluruh ASN menunjukkan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai ASN merupakan bagian dari aparatur negara yang menjadi contoh bagi masyarakat, sehingga harus menunjukkan kepatuhan terhadap berbagai aturan.

“Kami juga mohon teman-teman semua karena panjenengan sebagai aparatur sipil negara untuk bisa bersikap, berperilaku, bersosial dengan masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai yang harus kita patuhi,” ujarnya.

Menurut Sumarno, keteladanan dapat đť–˝imulai dari hal-hal sederhana, seperti mematuhi aturan lalu lintas hingga tertib mengantre di ruang publik.

“Hal sederhana mungkin terkait di jalan bagaimana kita mematuhi rambu-rambu lalu lintas, terus juga kalau di tempat-tempat yang harus ngantri ya ngantri. Karena kita semua menjadi contoh bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp