SEMARANG, beritajateng.tv – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Tengah memastikan sistem pembayaran nontunai di gerbang tol berjalan prima selama libur Lebaran 2025. Hal ini guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
“BI Jateng juga turut memastikan kelancaran pembayaran nontunai pada gerbang tol. Antara lain ruas Tol Semarang ABC (Semarang Kota), Tol Semarang-Solo, Tol Semarang-Demak, dan Tol Semarang-Batang,” ujar Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra.
Tak hanya itu, selama Ramadan dan Lebaran, BI juga memastikan seluruh sistem transaksi nontunai di pastikan lancar.
BACA JUGA: Bank Indonesia: Waspadai Fluktuasi Harga Komoditas Pangan di Jateng
Beberapa upaya BI, yakni dengan menyelenggarakan kegiatan Ramadan Manis Pakai QRIS, hingga program Apresiasi Masjid Terdigital.
“Apresiasi untuk Masjid Terdigital akan terlaksana melalui kolaborasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah dan berlanjut dengan Masjid Agung se-Jawa Tengah. Apresiasi ini akan di berikan kepada masjid dengan penerimaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) QRIS terbanyak periode donasi 10-30 Maret 2025,” ujarnya.
BI juga bersinergi dengan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk memberikan edukasi pada program TARHIM (Talkshow Ramadan Hingga Magrib).
Kegiatan ini bertema “Mengenal Lebih Dekat Lembaga Keuangan Syariah dan Dukungan Sistem Pembayaran untuk Kemaslahatan Umat di Era Digital”.
“BI Jateng turut memberikan edukasi dalam bentuk QRIS Experience Infak di area Masjid Agung Semarang. Dalam kegiatan dimaksud, jamaah yang berinfaq di Masjid Agung Semarang menggunakan QRIS berkesempatan mendapat paket sembako dengan total 600 paket,” tuturnya.
Selain itu, BI juga turut menjaga kelancaran transaksi tunai. Salah satunya dengan memastikan kelancaran penyaluran Uang Layak Edar (ULE). Lewat program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) selama periode 7 – 26 Maret 2025.
“Ada sebanyak 335 kali layanan dengan rincian 4 titik. Yakni di MAJT, Masjid Undip Tembalang, Masjid Undip Pleburan dan Jami Jatisari, 77 loket bank, 1 titik di Pasar Modern BSB City. Kemudian, 2 titik di Stasiun Tawang dan Poncol, serta layanan penukaran kepada 20 instansi/mitra BI,” katanya.
Adapun, realisasi transaksi penukaran uang baru pada tahun ini meningkat sebesar Rp 11,133 triliun atau 21% (year on year). Dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 9,178 triliun.
“Hal ini menunjukkan komitmen pelayanan prima dari BI Jateng. Dalam memenuhi ekspektasi dan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap penukaran ULE,” ujarnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





