SEMARANG, beritajateng.tv – Kirab budaya memperingati 621 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho di Semarang berlangsung semarak pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Setelah menempuh perjalanan dari Klenteng Agung Sam Poo Kong di Gedung Batu, rombongan kirab Sam Poo Tay Djien tiba di Klenteng Besar TITD Tay Kak Sie, Gang Lombok, kawasan Pecinan Semarang, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kedatangan rombongan langsung disambut antusias umat dan masyarakat umum yang telah memadati halaman hingga kawasan sekitar Klenteng Tay Kak Sie.
Dentuman tambur, musik tradisional, suara sorak warga, serta kepulan asap dupa membuat suasana kawasan Pecinan semakin meriah. Sejumlah warga tampak berdesakan untuk menyaksikan arak-arakan sekaligus mengabadikan prosesi menggunakan ponsel.
Setibanya di Klenteng Tay Kak Sie, rangkaian kegiatan berlanjut dengan berbagai atraksi yang menjadi bagian dari festival kirab.
Kirab ini mempertemukan dua lokasi penting dalam tradisi penghormatan terhadap Laksamana Cheng Ho di Semarang, yakni Klenteng Agung Sam Poo Kong dan Klenteng Tay Kak Sie.
Rangkaian kirab mulai sejak pagi. Kio atau tandu arca Sam Poo Tay Djien diberangkatkan dari Tay Kak Sie sekitar pukul 05.00 WIB menuju Sam Poo Kong dengan berjalan kaki melewati sejumlah ruas bersejarah di kawasan Pecinan.
BACA JUGA: Menengok ‘Rumah Arwah’, Tradisi Penghormatan Orang Tionghoa untuk Kerabat yang Meninggal Dunia
Setelah menjalani ritual di Sam Poo Kong, rombongan kemudian bergerak kembali sekitar pukul 13.00 WIB. Perjalanan menggunakan kendaraan hingga memasuki kawasan Pecinan, kemudian berlanjut dengan berjalan kaki menuju Tay Kak Sie dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.
Ketua Panitia Kirab Sam Poo Tay Djien ke-621, Joko Weyong, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya generasi muda untuk mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Maknanya kita menjaga budaya kita. Sebagai generasi muda kita akan menjaga pelestarian budaya kita,” kata Joko di sela-sela acara, Sabtu, 15 Agustus 2026.





