Jateng

Semarang Akhirnya Punya TPU Pancasila untuk Lintas Agama, Lahannya Capai 12 Hektare

×

Semarang Akhirnya Punya TPU Pancasila untuk Lintas Agama, Lahannya Capai 12 Hektare

Sebarkan artikel ini
Semarang Akhirnya Punya TPU Pancasila untuk Lintas Agama, Lahannya Capai 12 Hektare
Peresmian Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pancasila di Gunungpati Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Setelah peresmian begini, habis ini kita membuat denah. Kita hitung kebutuhan masing-masing, baik Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Muslim maupun penghayat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Semarang Drs. KH. N. Mustam Aji mengatakan, TPU Pancasila menjadi jawaban atas persoalan pemakaman yang selama ini sebagian masyarakat keluhkan.

Menurutnya, FKUB pernah menerima keluhan mengenai warga yang kesulitan mendapatkan tempat pemakaman. Persoalan muncul karena lahan pemakaman yang terbatas hingga adanya perbedaan agama di lingkungan tempat tinggal.

“Dulu kita sering di curhati tentang pemakaman. Ada yang ditolak karena pemakamannya sudah penuh atau sempit. Ada juga yang ditolak karena beda agama,” kata Mustam Aji.

Ia menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan solusi yang sesuai dengan aturan sekaligus tetap menjaga kerukunan antarumat beragama.

Dengan hadirnya TPU Pancasila, FKUB berharap persoalan pemakaman tidak lagi berkembang menjadi konflik sosial di tengah masyarakat.

“Dengan adanya Pemakaman Pancasila ini harapannya masalah-masalah yang terkait dengan pemakaman atau penguburan jenazah tidak akan terjadi lagi. Sehingga keberagaman dan kerukunan, khususnya di Kota Semarang, bisa lestari dengan baik,” ujarnya.

Mustam Aji menyebut persoalan pemakaman lintas agama sebelumnya juga muncul dalam sejumlah kondisi tertentu.

Salah satunya ketika sebuah kawasan pemakaman harus di tata ulang karena terdampak pembangunan.

Menurut dia, pembagian area berdasarkan kelompok agama sebenarnya sudah berjalan secara tradisional di sejumlah tempat. TPU Pancasila kemudian menawarkan konsep yang lebih terencana dalam satu kawasan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok penghayat kepercayaan. Mustam Aji mengatakan, berdasarkan informasi dari pimpinan kelompok penghayat, jumlah anggotanya mencapai ribuan orang.

Namun, warga yang mencantumkan status penghayat kepercayaan secara resmi dalam KTP disebut berjumlah sekitar 441 orang.

Ketersediaan lahan pemakaman menjadi salah satu persoalan yang selama ini kelompok tersebut khawatirkan.

TPU Pancasila harapannya memberikan kepastian bahwa mereka juga memiliki ruang pemakaman yang dapat bermanfaat sesuai keyakinannya.