Jateng

Semarang Jadi Kota IHK dengan Inflasi Terendah di Jateng

×

Semarang Jadi Kota IHK dengan Inflasi Terendah di Jateng

Sebarkan artikel ini
Semarang Jadi Kota IHK dengan Inflasi Terendah di Jateng
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana didampingi Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengecek stok dan harga beras di Bazar Ramadhan dan GPM Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang menjadi kota dengan inflasi terendah dari seluruh kabupaten/kota pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah.

Meski inflasi mengalami peningkatan, namun Kota Semarang masih menjadi kota dengan inflasi terendah dari 9 kabupaten/kota IHK di Jawa Tengah.

Hal tersebut kata Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Semarang Hernowo Budi Luhur di Balaikota Semarang, Senin 2 April 2024.

“Sebagaimana rilis dari BPS Jawa Tengah. Kota Semarang walaupun inflasinya mengalami peningkatan namun masih terendah dari kabupaten kota yang lain,” ujar Hernowo.

Artinya, lanjut Hernowo, memang ada kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi barang-barang kebutuhan lebaran.

“Oleh karena itu, untuk pengendalian inflasi kota Semarang tetap melakukan upaya-upaya. Termasuk di dalamnya adalah memperbanyak pasar murah yang kita lakukan selama ini. Baik yang kita lakukan dengan Bank Indonesia, maupun swadaya teman-teman di Kecamatan. Maupun oleh Pemerintah Kota Semarang sendiri dengan Pak Rahman (Pasar Rakyat Murah dan Aman),” jelasnya.

Tak hanya itu, melalui tim Satgas Pangan, pemkot Semarang juga melakukan upaya-upaya agar distribusi barang bisa berjalan dengan baik. “Kami terus lakukan upaya menjaga kondusifitas inflasi agar bisa tetap terkendali di Kota Semarang,” katanya.

Pemkot Jamin Stok Bahan Pangan Aman

Terkait stok Pangan, Hernowo menyebut, persediaan bahan pangan Kota Semarang masih aman hingga tiga bulan ke depan.

“Untuk stok pangan, seperti laporan saat kunjungan DPR RI menyebut stok pangan aman. Untuk beras, gula sebagaimana bahan pokok lain aman untuk tiga bulan ke depan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Fachruddin Tri Ubajani mengatakan, inflasi year on year Kota Semarang sebesar 2,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,44.

“Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Semarang berada di 2,89 persen, angka ini terendah di Jawa Tengah,” kata Fachruddin.

Komoditas yang menyumbang inflasi pada bulan Maret 2024 di Kota Semarang ini di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, nasi dengan lauk, bayam serta emas perhiasan.

“Kenaikan harga daging ayam ras menyumbang inflasi 0,14 persen, nasi dengan lauk 0,1 persen. Telur ayam ras 0,08 persen, bayam 0,05 persen dan emas perhiasan 0,04 persen,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam ras dan telur ini juga terjadi di 9 kabupaten dan kota pemantauan Indeks Harga Konsumen di Jawa Tengah.

Hal ini terjadi karena permintaan konsumen dan harga pakan ternak yang masih tinggi. Sementara harga beras, di nilai telah stabil di kota Semarang. Hal ini tampak dari hilangnya beras sebagai komoditas penyumbang inflasi di Semarang.

Komoditas Penyebab Inflasi

“Secara Year on Year, Inflasi terjadi karena terjadinya kenaikan harga sembilan indeks kelompok pengeluaran. Paling tinggi yakni terpengaruh dari naiknya harga makanan, minuman dan tembakau yang berpengaruh hingga 8,47 persen terhadap inflasi,” ujarnya.

Sedangkan kenaikan harga di restoran atau kelompok penyediaan makanan dan minuman berpengaruh 3,43 persen terhadap inflasi Semarang.

Selanjutnya, ada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,10 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,05 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok transportasi sama-sama mengalami inflasi sebesar 1,41 persen.

Ada pula kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharan rutin rumah tangga sebesar 1,26 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,78 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,08 persen.

“Sedangkan dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi/penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,99 persen. Dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,18 persen,” kata dia.

Sementara tingkat inflasi Kota Semarang month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Kota Semarang bulan Maret 2024 sebesar 0,62 persen dan 1,06 persen.

Sedikit informasi, BPS mencatat dari seluruh kota IHK di Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 9 kabupaten/kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Rembang sebesar 5,38 persen dengan IHK sebesar 109,35 dan terendah terjadi di Kota Semarang sebesar 2,89 persen dengan IHK sebesar 105,44. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp