Pariwisata

Semarang Night Carnival 2025 Ricuh dan Berjubel, Agustina: Nggone Kurang Ombo

×

Semarang Night Carnival 2025 Ricuh dan Berjubel, Agustina: Nggone Kurang Ombo

Sebarkan artikel ini
Semarang Night Carnival 2025 Ricuh dan Berjubel, Agustina: Nggone Kurang Ombo
Salah satu defile panjor yang dibawakan peserta Semarang Night Carnival di jalan Pemuda depan Balaikota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Anggrek, lanjut Wing, merupakan tanaman asli Indonesia yang kini banyak dibudidayakan. burung Cendrawasih adalah burung dewa yang merupakan ikonik milik Indonesia. Burung merak dengan filosofi tinggi dan banyak untuk prosesi budaya.

Sedangkan Penjor. Penjor ini hanya ada di Indonesia, filosofinya adalah salah satu keramahtamahan masyarakat Jawa dalam SNC 2025.

Terkait peserta yang berkurang dari tahun sebelumnya, Wing mengakui memamg dari segi jumlah berkurang lantaran pada tahun sebelumnya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) juga ikut berpartisipasi.

“Tahun ini peserta sangat luar biasa. Tapi ketika ada kebijakan efisiensi perjalanan dinas, maka mereka harus mematuhi. Kami berharap event di kota Semarang bisa go internasional. Harusnya ada dari Korea ingin hadir. Namun karena event mundur maka mereka tak bisa mereschedule ulang, ” tutup Wing. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp