SEMARANG, beritajateng.tv – Cuaca panas di Kota Semarang menjadi berkah tersendiri bagi penjual kipas angin bekas. Bisa dibilang, semakin panas Kota Semarang, semakin sumringah wajah mereka.
Bagaimana tidak, di tangan mereka, kipas angin rongsokan bisa disulap menjadi barang bernilai jual yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Salah satunya penjual kipas angin bekas di Pasar Waru Baru, Widodo. Ia punya keahlian khusus dalam memperbaiki ulang kipas angin bekas.
Tiap hari, ia sibuk mengumpulkan limbah kipas angin bekas untuk kemudian ia perbaiki.
“Kalau untuk menjual kipas angin bekas sudah dari tahun 2005. Dapetnya ya dari pengepul barang bekas,” cerita Widodo saat beritajateng.tv berkunjung, Rabu, 16 Oktober 2024.
BACA JUGA: Cuaca Semarang Panas Menyengat di Awal Ramadhan, Begini Kata BMKG
Lelaki berusia 65 tahun tersebut selalu sibuk mengutak-atik sparepart elektronik. Sesekali, ia mengambil obeng atau peralatan lainnya untuk memperbaiki kerusakan yang ia temukan.
Di cuaca yang sangat panas seperti akhir-akhir ini, Widodo bagaikan ketiban rejeki. Pasalnya, penjualan kipas angin bekas di lapaknya laku keras.
Hingga pertengahan bulan Oktober ini saja, Widodo mengaku sudah menjual 20 unit kipas angin bekas.
“Rata-rata kalau musim panas bisa terjual 50 unit kipas angin bekas [perbulan]. Kalau musim hujan itu paling banyak terjual cuman 10-50 unit kipas angin,” beber Widodo.
Semarang panas, kipas angin harga mulai Rp40 ribu bisa jadi solusinya
Lebih lanjut, Widodo membeberkan, ia biasa menjual kipas angin dengan kisaran harga yang berbeda, sesuai merek dan ukurannya.
Misalnya, untuk kipas berdiri ukuran besar, ia membanderol mulai dari Rp100-110 ribu saja. Sedangkan kipas angin berukuran kecil, ia hargai sebesar Rp40 ribu.
Harga tersebut terbilang sangat terjangkau. Tak heran jika kipas angin bekas di tempatnya menjadi incaran.
“Yang cari kipas angin bekas itu kebanyakan mahasiswa dan pekerja yang tinggal di kos-kosan. Soalnya saya juga nggak ambil untung terlalu banyak,” ucap Widodo.
Meski menjual barang bekas, Widodo tak lantas mengesampingkan kualitas. Ia bahkan hanya menerima dan menjual kipas angin bekas dengan merek-merek tertentu.
BACA JUGA: Cuaca Panas Gini Enaknya Kemana? Berikut 4 Wisata Air di Semarang Cocok Buat Healing Bareng Keluarga
Alasannya, kata Widodo, kipas angin adalah barang yang rawan konsleting. Sehingga, meski bekas, ia tetap memperhatikan kualitas dari kipas angin tersebut.
“Saya cuman jual kipas angin bekas merek-merek tertentu seperti Maspion, Cosmos, sama Miyako. Merek-merek dari China saya nggak jual,” tandasnya. (*)





