“Kalau ini dari jumlah populasi dengan yang ditampung jelas belum, masih kurang banyak ya. Namun demikian Pemprov Jawa Tengah saya pikir sudah cukup merespons terkait kondisi itu,” jelas dia.
Hal ini, kata Isriadi, tak terlepas dari intervensi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sebelumnya untuk menyekolahkan anak-anak kurang mampu.
“Itu kan sebenarnya kalau di Jawa Tengah itu sudah ada untuk boarding school-nya, ada juga di Pantai Asuhan. Kemudian sudah ada jalur afirmasi untuk anak dari keluarga tidak mampu dan anak panti. Kemudian juga sudah membuka kemitraan dengan sekolah swasta yang peruntukannya bagi anak dari keluarga tidak mampu, ada SMK Jawa Tengah juga,” pungkasnya.
BACA JUGA: Tahun Ini 65 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Wamensos Rekrut Guru hingga Kepala Sekolah
Solo tampung siswa terbanyak, capai 200 siswa tingkat SMA
Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, jumlah siswa terbanyak Sekolah Rakyat berada di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Solo yakni 200 siswa tingkat SMA dengan jumlah delapan rombel. Berlanjut Sentra Terpadu Kartini Temanggung dengan jumlah 125 siswa tingkat SMA dengan 5 rombel.
Sementara itu, Sentra Antasena Magelang dan Pemkab Wonosobo sama-sama menampung 100 siswa tingkat SMA. Jumlah siswa pada Sentra Margo Laras Pati juga 100 orang, namun yang ditampung ialah siswa tingkat SMP.
Selanjutnya, Sekolah Rakyat oleh Pemkab Banjarnegara di SKB Banjarnegara menampung 75 siswa tingkat SMP. Sekolah Rakyat oleh Sentra Satria Baturaden di Banyumas menampung 50 orang siswa tingkat SMP.
Terakhir, Sekolah Rakyat oleh Pemkab Magelang di Pusdiklat Pamong Praja dan Pemkab Blora di SDN Balun 4 menampung masing-masing 50 orang siswa tingkat SMA. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





