Kendala Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Warga Kota Banyak Bekerja, Petugas Harus Datang Sore hingga Malam
Ali mengakui selama pelaksanaan sensus petugas memang menjumpai sejumlah kendala di lapangan. Namun, menurutnya hambatan tersebut masih tergolong kecil dan hanya terjadi di beberapa titik tertentu.
“Ya kita pasti jumpai ada beberapa keluhan petugas yang di lapangan, tetapi kami lihat sepertinya di beberapa titik saja, minor ya,” terang Ali
Pihaknya mengungkap, tantangan terbesar justru berasal dari kawasan perkotaan. Berbeda dengan wilayah pedesaan, banyak penghuni rumah di kota bekerja pada siang hari sehingga petugas tidak dapat langsung bertemu responden saat melakukan pendataan.
“Kalau di daerah, di kota-kota ini kan orang banyak yang bekerja siang hari. Sehingga waktu ketemunya paling sore hari atau sampai malam. Kadang ada juga yang habis datang sampai malam di tempat tertentu,” tutur Ali.
Ia menjelaskan kondisi tersebut umumnya terjadi pada rumah tangga yang suami dan istrinya sama-sama bekerja.
Akibatnya, kata Ali, petugas harus kembali mendatangi rumah pada sore hari, malam, bahkan menunggu akhir pekan agar dapat bertemu langsung dengan penghuni rumah.
“Jadi itu kendala di perkotaan, khususnya banyak yang suami istri bekerja sehingga ketika ԁidatangi tidak ada di rumah. Makanya memang harus mencari waktu-waktu misalkan weekend atau sore setelah pulang kerja,” jelas Ali.
Menurutnya, kondisi tersebut ikut memengaruhi kecepatan pendataan di masing-masing daerah. Capaian di wilayah perkotaan saat ini cenderung lebih rendah ԁibandingkan kabupaten yang ԁidominasi kawasan pedesaan.
“Kalau ԁibandingkan antarwilayah kabupaten dan kota, memang capaian di kota cenderung lebih rendah ԁibandingkan wilayah-wilayah kabupaten lain yang lebih banyak wilayah pedesaan atau bukan kota-kota besar,” katanya.
Wonogiri jadi Daerah dengan Progres Pendataan Tertinggi
Di tengah tantangan tersebut, Ali mengatakan sejumlah daerah justru berhasil mencatat progres pendataan yang cukup tinggi.





