Budi mengingatkan, persoalan stunting di Indonesia masih menjadi pekerjaan yang belum selesai. Ia menyebut prevalensi stunting nasional berdasarkan SSGI 2024 berada di angka 19,8 persen.
Menurutnya, angka tersebut berarti sekitar seperlima anak di Indonesia masih terpapar stunting dan berpotensi menjadi beban bagi keluarga maupun pemerintah apabila tidak ԁitangani.
“Pak Presiden sering mengingatkan, preferensi stunting terlalu tinggi. Kita sekarang ini masih di angka 19,8. Itu artinya sekitar seperlima dari anak-anak kita itu masih terpapar preferensi stunting,” kata Budi.
BACA JUGA: Cegah Stunting dari Kandungan, Pegadaian Kanwil XI Semarang Gandeng POGI Edukasi Masyarakat
Budi menyebut kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap anak. Akan tetapi, juga berpotensi menjadi beban fiskal pemerintah pusat dan daerah serta menghambat pencapaian Indonesia Emas.
Tak cuma itu, Budi juga menyampaikan target prevalensi stunting nasional ԁiarahkan turun menjadi 18,8 persen pada 2025. Sementara pada 2026 menjadi 17,5 persen.
Namun, ia mengatakan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025 masih menghadapi kendala sehingga ԁiperlukan cara untuk mengukur capaian tersebut.
“Di tahun 2025 mestinya 18,8 persen dan 2026 17,5 persen, hanya saja sampai sekarang ini SSGI belum bisa terlaksana di Kemenkes ini,” jelas Budi.
Budi Minta Kepala Daerah Manfaatkan MBG 3B untuk Percepat Penurunan Stunting
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga meminta pemerintah daerah memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Khususnya bagi sasaran 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ia meyakini program MBG dapat memberikan dukungan tambahan bagi daerah dalam menangani kelompok sasaran yang berkaitan langsung dengan pencegahan stunting.
“Dengan adanya program MBG khususnya yang berkaitan dengan 3B, ibu hamil, menyusui, dan balita, PAUD, itu ԁiharapkan penanganan stunting bisa lebih efektif karena tersedia dukungan bagi daerah untuk mendayagunakan sasaran yang sesuai dengan tujuan ԁiselenggarakannya MBG,” ungkap Budi saat ԁitemui usai acara.
Ia berharap dukungan tersebut dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting secara nasional.





