“Dengan demikian maka mestinya kalau prevalensi stunting kalau tingkat nasional di 2024 ini bisa mencapai 19,8, maka dengan adanya program MBG khusus bagi sasaran 3B itu akan bisa mengakselerasi, mengakselerasi capaiannya itu secara lebih progresif,” terangnya.
Pihaknya pun meminta kepala daerah mengoptimalkan distribusi MBG 3B agar sasaran program dapat sesuai dengan tujuan pencegahan stunting.
“Jadi, kira-kira kita mengingatkan kepada para kepala daerah untuk memanfaatkan potensi distribusi MBG 3B itu sedemikian rupa sehingga target dari capaian penurunan prevalensi stunting itu bisa lebih progresif,” terangnya
Tim Pendamping Keluarga Diminta Perkuat Pencegahan Stunting dari Tingkat Desa
Selain MBG 3B, Budi menekankan pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pencegahan stunting hingga tingkat desa dan Posyandu.
Ia mengatakan keluarga berisiko stunting perlu mendapatkan pendampingan sejak sebelum kehamilan. Menurutnya, TPK dapat memberikan edukasi kepada calon pengantin mengenai kesehatan reproduksi, kehamilan, hingga risiko stunting.
Ketika seorang perempuan hamil, Budi menyebut TPK juga dapat membantu memastikan yang bersangkutan masuk dalam sasaran penerima MBG 3B apabila memenuhi ketentuan.
“Kalau memang ԁibutuhkan adanya intervensi gizi maka yang bersangkutan tidak perlu untuk sampai memilih memiliki janin yang kekurangan gizi dan seterusnya dan seterusnya,” ujarnya.
BACA JUGA: Tekan Angka Stunting, Pemkab Blora Terus Gencarkan Gerakan Makan Ikan, Tingkat Konsumsi Masih Rendah
Budi juga mengungkap pihaknya telah memiliki data keluarga berisiko stunting hingga tingkat desa, RT, dan RW. Data tersebut dapat ԁimanfaatkan pemerintah daerah untuk menentukan intervensi secara lebih terarah.
“Di Kemendukbangga BKKBN kami sudah mengidentifikasi seluruh kabupaten-kota dan juga sampai ke tingkat desa, RT, RW tentang keluarga berisiko stunting by name by address,” jelasnya.
Adapun data tersebut dapat ԁigunakan untuk menentukan intervensi seperti sanitasi dan penyediaan air bersih bagi keluarga yang membutuhkan.





