Jateng

Setoran Dividen BUMD Jateng Ditarget Rp800,55 Miliar pada 2027, Bank Jateng Masih Penyumbang Terbesar

×

Setoran Dividen BUMD Jateng Ditarget Rp800,55 Miliar pada 2027, Bank Jateng Masih Penyumbang Terbesar

Sebarkan artikel ini
Dividen BUMD | Kerugian PRPP
Kepala Biro BUMD dan BLUD Setda Jawa Tengah, Agus Prasutio, sampaikan saat ditemui di kantornya, Kamis, 9 Juli 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan setoran dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mencapai Rp800,55 miliar pada 2027. Target tersebut naik ԁibanding setoran dividen tahun 2026 yang berasal dari kinerja perusahaan sepanjang 2025 sebesar Rp741,72 miliar.

Kenaikan target tersebut ԁipasang di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD), sehingga pemerintah berharap kontribusi BUMD mampu menjadi salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berdasarkan data Biro BUMD dan BLUD Setda Jawa Tengah, tren dividen BUMD memang terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Pada 2021, total dividen yang ԁisetorkan sebesar Rp508,26 miliar, kemudian naik menjadi Rp546,73 miliar pada 2022, Rp638,48 miliar pada 2023, Rp687,81 miliar pada 2024, dan Rp688,89 miliar pada 2025.

Adapun pada 2026, dividen yang akan ԁisetorkan atas kinerja 2025 ԁitargetkan mencapai Rp741,72 miliar. Sementara target 2027 kembali meningkat menjadi Rp800,55 miliar.

Ihwal itu Kepala Biro BUMD dan BLUD Setda Jawa Tengah, Agus Prasutio, sampaikan saat beritajateng.tv jumpai di kantornya belum lama ini.

“Atas kinerja 2025, setorannya ke 2026 sebesar Rp741 miliar. Di target 2027 kurang lebih Rp800 miliar. Karena tadi TKD-nya berkurang, jadi konsen kami tidak bisa menambah sepenuhnya. Tapi setidaknya effort kami menjaga BUMD itu tetap harus jalan,” ujar Agus.

Agus mengungkap, hingga kini sektor jasa keuangan masih menjadi tulang punggung kinerja BUMD Jawa Tengah. Menurutnya, hampir 90 persen aset maupun dividen BUMD berasal dari perusahaan di sektor keuangan, dengan Bank Jateng menjadi penyumbang terbesar.

“Dari total BUMD, sektor keuangan supporting-nya hampir 90 persen. Baik secara total aset maupun dividen. Jadi backbone-nya masih di BUMD keuangan,” katanya.

Ia menyebut, Bank Jateng sendiri menyumbang dividen lebih dari Rp500 miliar setiap tahun. Sementara sekitar Rp200 miliar sisanya berasal dari BUMD di luar Bank Jateng.

BACA JUGA: Tak Cuma Andalkan BUMD, Ahmad Luthfi Genjot Investasi jadi Pemasukan Baru Jawa Tengah