Pariwisata

Shalat Idul Adha di Tengah Bangunan Heritage Lawang Sewu Semarang, Ibadah Sembari Wisata Sejarah

×

Shalat Idul Adha di Tengah Bangunan Heritage Lawang Sewu Semarang, Ibadah Sembari Wisata Sejarah

Sebarkan artikel ini
Shalat Idul Adha di Tengah Bangunan Heritage Lawang Sewu Semarang, Ibadah Sembari Wisata Sejarah
Suasana shalat Idul Adha di Museum Lawang Sewu Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gema takbir berkumandang mengantarkan ratusan umat muslim yang berbondong-bondong menuju bangunan bersejarah Lawang Sewu Semarang, Jumat, 6 Juni 2025.

Mereka bukan datang untuk sekadar berwisata atau mengenang masa kolonial di Lawang Sewu, melainkan untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 H.

Pantauan di lokasi, pelaksanaan shalat Idul Adha mulai sekitar pukul 06.12 WIB. Namun sejak pukul 05.30 WIB, masyarakat mulai memenuhi pelataran gedung, membawa sajadah dan semangat yang berbeda. Beribadah di tempat penuh bersejarah di Kota Semarang.

BACA JUGA: Uniknya Shalat Ied di Lawang Sewu Tempat Ikoniknya Kota Semarang, Bikin Jamaah Terkesan

Salah satu jamaah shalat Ied, Aditia Ardian, 27, warga asal Banten yang telah bertahun-tahun tinggal di Kota Semarang mengaku antusias mengikuti pelaksanaan shalat di tempat bersejarah tersebut.

Dia rela memacu kendaraan roda dua dari Kecamatan Gajahmungkur menuju bangunan yang terletak di Jalan Pemuda.

“Saya bangun jam 04.30 WIB, dari awal memang pingin shalat Ied di Lawang Sewu. Pingin merasakan vibes atau suasana Idul Adha yang beda,” ujar Aditia.

Dia mengaku pengalaman spiritual tersebut tak hanya mengesankan secara keagamaan, tapi juga secara emosional dan visual.

“Suasana bersejarah banget. Bisa salat di sini, terus sekalian foto-foto dengan latar bangunan tua. Rasanya puas banget,” tambahnya.

Sementara itu, Vivi, warga asli Semarang yang tinggal tak jauh dari Lawang Sewu merasakan hal serupa. Dia menilai kesempatan tersebut sebagai sebuah momen yang langka.

“Ternyata seru ya. Panitianya siap, rapi, dan nuansanya beda karena bisa ibadah sekaligus wisata. Biasanya ke Lawang Sewu bayar tiket, ini gratis. Jadi ibadahnya dapat, fotonya juga dapet,” ujar Vivi yang hadir bersama temannya.

Gedung Bersejarah, Ruang Ibadah yang Terbuka

VP Optimalization Asset, Anton Poniman selaku pihak pengelola Lawang Sewu, menyatakan bahwa kegiatan keagamaan di tempatnya bukan pertama kali berjalan.