Ekbis

Siap Bersaing Skala Global, Menko Marves Apresiasi Penerapan Digitalisasi Sektor Hulu Migas

×

Siap Bersaing Skala Global, Menko Marves Apresiasi Penerapan Digitalisasi Sektor Hulu Migas

Sebarkan artikel ini
digitalisasi
Menko Marves dukung digitalisasi di SKK Migas untuk menghadapi tantangan global.

Supply Chain & National Capacity Summit 2024

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dalam sambutan pembukaan mengatakan, Supply Chain & National Capacity Summit 2024 kembali digelar setelah sembilan tahun absen.

Tujuan acara ini mengingat dinamika industri hulu migas yang semakin ketat dan kompetitif, terutama dalam pengelolaan rantai suplai.

Tema yang diusung dalam acara ini, “Navigating Long Term Plan Through Integrated Supply Chain for National Capacity Building”. Tema yang relevan dengan tujuan SKK Migas untuk mencapai produksi 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

“Industri hulu migas merencanakan kegiatan masif yang akan memberikan peluang dan tantangan terhadap pengelolaan rantai suplai, termasuk peningkatan investasi hingga US$ 16,1 miliar atau sekitar Rp 242 triliun pada tahun 2024,” ungkapnya.

Dwi juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan rantai suplai sebagai salah satu pilar strategis industri hulu migas. SKK Migas telah mengimplementasikan platform IOG e-Commerce untuk pengadaan barang dengan nilai hingga Rp 1 miliar.

Harapannya, inisiatif ini dapat mempercepat proses pengadaan, memperluas pasar bagi penyedia barang lokal, dan menciptakan kompetisi yang sehat.

“Antusiasme pelaku rantai suplai hulu migas untuk menggunakan e-commerce ini cukup tinggi. Hingga saat ini, 132 penyedia barang dan 2425 item telah terdaftar di IOG e-Commerce, dengan 28 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang sudah mulai bertransaksi,” jelas Dwi.

Tantangan Industri Hulu Migas

Tantangan yang industri hulu migas hadapi semakin kompleks, mengingat adanya sejumlah pekerjaan besar yang akan berjalan dalam waktu yang bersamaan. Pekerjaan tersebut termasuk proyek strategis nasional hulu migas yang ditargetkan mulai produksi antara 2027 hingga 2030.

“Melalui penguatan rantai suplai yang efisien dan terintegrasi, SKK Migas berkepentingan memastikan bahwa proyek strategis hulu migas berjalan sesuai jadwal, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi energi nasional,” katanya.