Pemprov Klaim Sudah Kirim Ajakan Dialog Kepada Mahasiswa Lewat Polisi
Iwan mengaku sebenarnya telah berupaya menjalin komunikasi dengan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Ia bahkan meminta bantuan kepolisian untuk menyampaikan tawaran audiensi kepada para demonstran. Pemprov, kata dia, hanya meminta mahasiswa menunjuk perwakilan agar proses dialog berlangsung lebih efektif.
“Saya meminta melalui mediasi Bapak Polisi. Kami terima di sini perwakilan 10 orang. Tapi kalau semua masuk dan sebagainya kan susah ya,” ujarnya.
Meski sudah menawarkan ruang dialog, hingga saat ini belum ada perwakilan mahasiswa yang datang ke Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk mengikuti audiensi.
Iwan mengatakan kelompok buruh menjadi pihak pertama yang memanfaatkan kesempatan tersebut melalui forum resmi bersama pemerintah provinsi.
Ia memastikan Pemprov Jawa Tengah tetap menunggu apabila mahasiswa ingin mengajukan audiensi dalam waktu dekat.
“Dari kami sudah siap. Tapi belum ada yang masuk ke sini selain beliau-beliau ini, ya jadi kami siap kok, kami siap terima. Perwakilan datang kemari, kami terima seperti itu,” sambungnya.
Bantah Pilih Kasih antara Buruh dan Mahasiswa
Iwan juga membantah anggapan bahwa Pemprov Jawa Tengah lebih terbuka terhadap kelompok buruh dibanding mahasiswa. Baginya, pemerintah tidak pernah membedakan kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi selama mereka bersedia menempuh jalur dialog.
Ia mencontohkan audiensi bersama KASBI dan ARPI dapat berlangsung lantaran kedua kelompok tersebut mengajukan permohonan dan bersedia berdiskusi secara langsung dengan pemerintah.
“Saya menerima buruh dan menerima siapapun. Mahasiswa pun kami terima. Yang buruh tadi sudah berafiliasi untuk kami terima dan bersedia. Yang mahasiswa kami siap terima,” ujarnya.
Iwan menegaskan pelayanan kepada masyarakat menjadi tugas utama pemerintah. Oleh itu, Pemprov Jawa Tengah tidak memiliki alasan untuk menolak kelompok tertentu.
“Datang kemari kami terima di sini dengan skema-skema yang tentunya pakai izin. Kami tidak pernah membatasi siapapun karena tugas kami adalah melayani masyarakat semaksimal mungkin,” terang Iwan.





