SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima audiensi Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jawa Tengah dan Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) usai menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 24 Juni 2026 sore.
Pertemuan tersebut berlangsung bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar. Seusai audiensi, Iwan merespons pertanyaan mengenai peluang kelompok mahasiswa berdialog langsung dengan Pemprov Jawa Tengah.
Pasalnya, mahasiswa beberapa kali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dalam dua pekan terakhir. Namun hingga kini belum ada forum audiensi antara mahasiswa dan Pemprov Jawa Tengah seperti yang berlangsung bersama kelompok buruh pada Rabu sore.
Iwan menegaskan, Pemprov Jawa Tengah tidak membedakan kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Menurutnya, pemerintah siap membuka ruang dialog bagi siapa pun, termasuk mahasiswa.
“Justru kami temui hampir setiap mahasiswa. Kemarin pun ya, kemarin gubernur ke Tegal. Saya meminta silakan masuk perwakilan 10 orang, perwakilan diarahkan ke kami atau kami yang ke sana,” ujar Iwan.
BACA JUGA: Makin Menggunung, Sampah di Depan Pabrik Rokok Tempellemahbang Blora Bau Busuk, Warga Ngeluh
Ia menilai, dialog tetap menjadi cara paling efektif untuk menyampaikan tuntutan maupun kritik kepada pemerintah. Sebab itu, Pemprov Jawa Tengah selalu membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdiskusi secara langsung.
“Nah, mereka yang memang mau dialog dengan kami, kami selalu siap. Kami akan selalu siap dan prinsipnya apapun yang namanya masukan masyarakat melalui skema demo, menyampaikan aspirasi, skema seperti ini pula akan kami selalu penuhi,” lanjutnya.
Iwan menuturkan, Pemprov Jawa Tengah juga telah menyediakan Rumah Rakyat yang berlokasi di lantai satu kantor gubernur sebagai ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
“Fungsikan ‘Rumah Rakyat’ itu untuk dialog. Jadi kami sudah membuka Rumah Rakyat, silakan datang dialog dengan kami, kesulitannya apa, apa yang harus kami lakukan, dialog lah di situ,” katanya.





