Silaturahmi Kebangsaan untuk Perkuat Persatuan NKRI

Silaturahmi Kebangsaan untuk Perkuat Persatuan NKRI

SEMARANG, 15/6 (BeritaJateng.tv) – Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi kegiatan Silaturahmi Kebangsaan Penyintas dan Mitra Deradikalisasi. Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu, menjadi momentum merawat dan merajut kebersaman, serta memperkuat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Yang salah merasa bersalah dan mengakui kesalahannya, kemudian bergabung dengan yang dilukai, dan demikian pula sebaliknya. Ini adalah bagian dari upaya merawat NKRI. Karena kalau kita berbuat salah, marah, tidak mau memaafkan, dan kembali menyakiti itu tidak baik,” kata Taj Yasin di sela acara Silaturahmi Kebangsaan di Hotel Griya Persada Kabupaten Semarang, Rabu (15/6/2022).

Melalui kegiatan bertajuk “Rekonsiliasi Korban Tindak Pidana Terorisme dan Mitra Deradikalisasi di Provinsi Jateng itu, wakil gubernur yang akrab disapa Gus Yasin itu mengajak semua komponen masyarakat bersama-sama mewujudkan persatuan bangsa. Semua warga Indonesia merupakan bagian dari NKRI, sehingga apapun yang baik harus diteruskan, sedangkan yang salah atau kurang baik diperbaiki bersama.

“Saya ucapkan terima kasih kepada BNPT dan seluruh stakeholder, termasuk penyintas dan mitra deradikalisasi yang bergabung, sehingga bisa mempengaruhi yang lain dan saling membangun,” ujarnya.

Ia mengatakan, beberapa kasus terorisme dan radikalisme pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jateng. Seperti aksi konvoi khilafatul Muslimin yang terjadi di Kabupaten Brebes. Terkait kejadian itu, pemerintah Jawa Tengah dan lembaga terkait lain sudah melakukan penanganan melalui berbagai pendekatan.

“Kita sudah ke sana (Brebes) untuk melihat dan meminta informasi, kota juga sampaikan kepada masyarakat untuk merangkul mereka sehingga diketahui permasalahan dan solusinya. Nanti kami akan melakukan pertemuan dengan mereka untuk mencari titik temu bukan pembenaran, berdiskusi.

Ia meminta semua pihak terkait bertemu dan berdiskusi,. Sehingga jika ada sesuatu yang kurang atau tidak sesuai dapat didiskusikan dengan baik dan tidak dengan mempengaruhi orang atau pihak lain hingga terjadi aksi terorisme dan pelanggaran hukum lainnya.

“Misalkan kalau ada usulan kepada pemerintah monggo disampaikan karena itu adalah hak, tetapi kewajiban-kewajiban sebagai warna negara Indonesia juga harus ditaati. Seperti menghormati Pancasila, UUD 45, NKRI, dan sebagainya,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menyaksikan penandatanganan naskah deklarasi kebangsaan penyintas dan mitra deradikalisasi. Kemudian penyintas dan mitra deradikalisasi mendukung rekonsiliasi nasional untuk Indonesia damai mendeklarasikan bahwa mereka berkomitmen dan setia kepada ideologi negara Pancasila.

Selain itu, mereka juga menyatakan siap siaga bersinergi mencegah segala bentuk diskriminasi dan intoleransi, serta ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme, serta merajut kebersamaan, ikhlas, dan saling memaafkan kesalahan, memperkuat silaturahmi kebangsaan, menerima keberagaman, dan mendukung pemerintah untuk mewujudkan Indonesia damai. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.