Pendidikan

Siswa SMA/K Tetap Belajar Selama Awal Ramadan Meski di Rumah, Disdikbud Jateng: Bukan Full Libur

×

Siswa SMA/K Tetap Belajar Selama Awal Ramadan Meski di Rumah, Disdikbud Jateng: Bukan Full Libur

Sebarkan artikel ini
Belajar Ramadan | Study Tour Jawa Tengah | kebijakan Pungutan Zero
Kepala Disdikbud Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, saat ditemui di kantornya, Selasa, 21 Mei 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan tidak ada libur selama bulan suci Ramadan bagi siswa SMA/K Negeri sederajat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, menyebut siswa menjalani kegiatan belajar mengajar di rumah atau lingkungan keluarga pada awal Ramadan, 27-28 Februari, dan 3-5 Maret 2025.

Sehingga, kata Uswatun, tak ada libur bagi siswa SMA/K Negeri sederajat lantaran pembelajaran tetap berlangsung meskipun di rumah masing-masing.

“Intinya tidak ada libur, tapi pembelajaran di rumah atau pembelajaran mandiri pada 27 Februari–5 Maret. Ini belajar di rumah, tapi penugasannya terstruktur. Artinya,  masih dalam pemantauan dan kendali satuan pendidikan, entah itu belajarnya di masjid, salat 5 waktu, tarawih, tadarus, itu kan juga pembelajaran,” ujar Uswatun.

Dalam hematnya, siswa belajar di rumah pada awal bulan suci Ramadan itu juga sebagai penekanan kegiatan siswa dalam sisi religi.

BACA JUGA: Siswa Libur 2 Pekan Selama Ramadan 2025, Begini Tanggapan Orang Tua dan Sekolah

“Nah, kemudian include di dalamnya nanti mata pelajaran tertentu. Yang jeals belajar itu kan juga ibadah, belajar mapel juga ibadah. Begitu pula dengan gurunya, menambah pembelajaran, karena di bulan suci Ramadan itu [menekankan] sisi nilai religi,” sambung dia.

Pada 6-25 Maret 2025, Uswatun menyebut pembelajaran kembali berlangsung di satuan pendidikan atau sekolah masing-masing.

“Ada kegiatan yang harapannya dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME. Kalau dulu kita ada namanya Buku Ramadan, ada program pesantren di sekolah.  Kegiatan yang justru lebih mengedepankan pada toleransi, kan di sekolah itu bukan cuma muslim saja,” tuturnya.

Belajar di rumah selama awal Ramadan untuk tambah religiusitas siswa

Oleh sebab itu, Uswatun menilai pembelajaran di rumah maupun di satuan pendidikan yang bakal berlaku selama bulan suci Ramadan mampu menambah sisi religius siswa, baik bagi muslim maupun nonmuslim.

“Jadi pada bulan Ramadan itu berlaku pembelajaran di sekolah maupun di rumah, semuanya me-recharge energi religi, sesuai dengan agamanya masing-masing. Bagi nonmuslim pun semuanya akan terus belajar,” jelas dia.

Sedangkan pada 26 Maret-8 April 2025, siswa SMA/K Negeri akan melaksanakan libur Idulfitri. Menurutnya, pada libur Idulfitri pun siswa mesti mengasah kemampuan dalam bermasyarakat, utamanya dalam silaturahmi.

“Libur bersama Idulfitri itu 26-28 Maret dan 2-8 April 2025. Itu mereka tetap kami imbau belajar. Ada tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satuya bermasyarakat, itu yang harus lebih tunjukkan lagi. Latih anak-anak silaturahmi, ke sana ke sini, kemasyarakatan latihannya di situ,” beber dia.

BACA JUGA: Fix! Siswa Belajar di Rumah 2 Minggu Saat Ramadan, Dinas Pendidikan Kota Semarang Tekankan Peran Ortu

Orang tua punya banyak waktu dengan siswa

Lebih lanjut, Uswatun menilai pembelajaran di rumah selama bulan suci Ramadan ini merupakan hal yang positif. Utamanya, dalam meningkatkan bounding antara orang tua dan siswa.

“Selama ini waktu orang tua yang bekerja juga lebih banyak di kantor. Kalau murid sepertiga waktunya di sekolah, kan kurang waktu juga bersama keluarga. Sehingga mereka bisa sahur, buka bersama, dan siang hari orang tua bisa mengawasi anaknya belajar,” papar dia.

Tak hanya itu, Uswatun pun menyebut pembelajaran di rumah saat awal bulan suci Ramadan itu berdampak baik bagi orang tua yang bekerja sebagai guru.

“Orang tuanya yang guru pun juga punya banyak waktu untuk bisa bertemu anaknya. Tapi kan guru itu ada tuntutan 37,5 jam ya, apakah guru itu nanti masih ada di satuan pendidikan, kami masih menunggu petunjuk lanjutan,” pungkas Uswatun.

Tanggal penting pembelajaran selama bulan Ramadan

Berikut tanggal-tanggal penting pembelajaran selama bulan Ramadan sesuai Surat Edaran Bersama (SEB) Mendikdasmen, Menag, dan Mendagri Nomor 2 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, Nomor 400.1/320/SJ/ Tanggal 20 Januari 2025:

  • 27-28 Februari 2025: Kegiatan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga. Siswa memperoleh penugasan dari sekolah.
  • 3-5 Maret 2025: Kegiatan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga. Siswa memperoleh penugasan dari sekolah.

BACA JUGA: Bantu Siswa Kurang Mampu, Dinas Pendidikan Semarang Gaet 550 Orang Tua Asuh via Program Gerbang Harapan

  • 6-5 Maret 2025: Kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan. Pembelajaran diarahkan untuk memberikan kemanfaatan dalam peningkatan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian utama. Peserta didik nonmuslim diberikan penyesuaian.
  • 26-28 Maret 2025: Libur bersama Idulfitri. Siswa diharapkan atau didorong melaksanakan kegiatan yang sifatnya kemasyarakatan.
  • 2-8 April 2025: Libur bersama Idulfitri. Siswa diharapkan atau didorong melaksanakan kegiatan yang sifatnya kemasyarakatan.
  • 9 April 2025: Pembelajaran aktif di satuan pendidikan. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp