SEMARANG, beritajateng.tv – Usai menggilas Chinese Taipei 6-0 pada 5 September, Timnas Indonesia kembali punya kesempatan emas. Duel melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo jadi potensi loncatan di peringkat global FIFA.
Kemenangan atas Lebanon akan menambah sekitar 5,17 poin untuk Timnas Indonesia, sehingga total poin bisa merangkak ke 1.162,97. Saat ini, Garuda duduki posisi 117 dunia dengan 1.157,80 poin.
Apabila berhasil meraih angka tersebut, Timnas Indonesia punya peluang melampaui Kazakhstan (1.160,52 poin) yang sekarang berada di peringkat 116. Kalau itu terjadi, artinya Indonesia bakal naik ke posisi 116 dunia.
BACA JUGA: Pertahanan Timnas Indonesia Siap Uji Performa Lawan Lebanon, Analisis Soliditas Lini Belakang
Persaingan Ketat Timnas Indonesia
Kondisi ini tentu tidak datang begitu saja. Lebanon sendiri berada di peringkat 112 dunia dengan 1.176,19 poin, unggul atas Garuda. Namun, momentum kemenangan besar atas Chinese Taipei benar-benar membuka peluang untuk perangkasan jarak.
Jika Garuda bisa mencuri poin penting dari Lebanon, maka bisa jadi sinyal kuat bahwa Timnas Indonesia tengah di jalur kebangkitan dan ambisi tembus 100 besar bukan sekadar mimpi.
Skenario Lain yang Perlu Diwaspadai
Hasil tidak selalu ideal. Jika pertandingan berakhir imbang, maka tambahan poin hanya sekitar 0,17. Poin ini kurang untuk mendongkrak peringkat.
BACA JUGA: Menelisik Lini Belakang Lebanon, Tantangan Besar Timnas Indonesia di FIFA Matchday
Timnas Indonesia kemungkinan masih bertahan di posisi 117 dunia. Jika kalah, maka potensi kehilangan poin bisa mencapai 4,83, membuat raihan baru menjadi sekitar 1.152,97. Risiko nyata terperosok ke posisi lebih bawah, terutama bila tim lain di papan bawah meraih hasil positif.
Maka dari itu, partai ini punya arti strategis terhadap profil Timnas Indonesia di mata internasional. Kenaikan ranking bisa berdampak pada undian di ajang-ajang besar ke depan, seperti kualifikasi Piala Asia hingga World Cup.
Tentu, setiap langkah menuju peringkat 100 besar akan memperkuat posisi, peluang juara grup, dan menghadirkan lawan yang lebih realistis di putaran awal kejuaraan besar.
Jangka Panjang Usai Laga Uji Coba
Dalam konteks peringkat FIFA, pertandingan uji coba seperti melawan Lebanon bisa dianggap lebih dari sekadar laga persahabatan. Melalui skala prioritas yang diberlakukan dalam sistem perhitungan FIFA, pertandingan resmi seperti kualifikasi diberi bobot jauh lebih tinggi.
Hasil pertandingan ini mampu memengaruhi rata-rata poin global. Bahkan, kemenangan di laga uji coba, meski kurang berdampak daripada pertandingan resmi, tetap bisa memperkecil gap dengan tim-tim di posisi atas.
Selain itu, hasil positif pada laga semacam ini bisa menciptakan momentum dan membentuk tajam strategi pelatih dan stabilitas kepercayaan diri tim jelang kompetisi besar. Jadi, meski tampak ringan, uji coba ini punya potensi strategis besar untuk arah jangka panjang Timnas Indonesia.
Penggemar maupun pendukung Timnas Indonesia pasti merasa bangga menyaksikan momentum kebangkitan sepak bola nasional. (*)





