Nasional

Soal IKN Disebut Mangkrak, Gibran: Media Asing yang Tidak Suka Pemerintah Pasti Akan Menulis Hal Jelek

×

Soal IKN Disebut Mangkrak, Gibran: Media Asing yang Tidak Suka Pemerintah Pasti Akan Menulis Hal Jelek

Sebarkan artikel ini
gibran rakabuming raka
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka (baju putih) usai acara talkshow bertajuk 'Arah Baru Pembangunan Nasional' di Balairung UKSW Salatiga, Kota Salatiga, Senin, 26 Januari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menepis anggapan media asing yang menyebutkan Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti kota hantu karena sepi dan mangkrak.

Menurutnya, media asing yang tidak suka dengan Pemerintah akan menulis hal jelek tentang IKN, yang saat ini, sebenarnya sedang bergerak menuju kota yang hidup.

Hal ini Wapres Gibran tegaskan, dalam acara talkshow bertajuk ‘Arah Baru Pembangunan Nasional’ di Balairung UKSW Salatiga, Kota Salatiga, Senin, 26 Januari 2026.

Momentum ini terjadi saat moderator talkshow melempar hasil reportase The Guardian dan The New York Times yang menyebut IKN menuju kota hantu dan mangkrak.

Wapres Gibran menegaskan, progres pembangunan IKN sampai dengan hari ini terus berjalan. Juga, menurutnya, sudah sesuai dengan timeline yang telah ditentukan.

BACA JUGA: Kronologi Penculikan Siswi SDN Bulu Lor Semarang, Zainal Petir: Pelaku Ngaku Kangen Mendiang Adiknya

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap IKN. Hal ini ia buktikan dengan kedatangannya ke IKN pada akhir tahun lalu dan juga Presiden Prabowo Subianto.

“Bahkan siapa pun yang belum pernah datang ke IKN pasti akan meragukan apa pun progresnya,” tegasnya di hadapan ribuan mahasiswa dan segenap pimpinan kampus UKSW.

Dalam kesempatan ini, Wapres juga membantah tudingan penggunaan teknologi AI (kecerdasan buatan) dalam video yang menggabarkan keramaian di kawasan IKN, baru-baru ini.

Menurutnya, setelah jalan tol tersambung ke IKN banyak masyarakat yang ingin melihat dan datang ke IKN. Apalagi dari Balikpapan ke IKN cuma 50 menit melalui jalan tol.

Sehingga salah jika menyebut IKN seperti kota hantu, mangkrak dan sepi. Bahkan setelah pembangunan fasilitas telah usai sekarang tinggal melengkapi kompleks legislatif dan yudikatif.

Pembangunan kedua kompleks tersebut juga akan dipercepat sehingga proyeksinya di tahun 2028 nanti sudah rampung. Tugas Wapres tinggal memastikan semua sesuai timline.

“Sekali lagi, semua terus berprogres di IKN. Bahkan sebagian staf Sekretariat Wapres juga sudah mulai ‘boyongan’ atau pindah ke IKN mulai tahun ini,” ungkapnya.

Semua ini, lanjut Gibran, bukti dari keseriusan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan IKN. Tidak ada yang mangkrak, kota yang bersih, bebas macet dengan udara segar.

BACA JUGA: Kalah Tanding Tinju, Jefri Nichol: Gue Lebih Powerful dari El Rumi, Tapi Taktiknya Bagus

Masih terkait IKN, lanjut Wapres Gibran, bukan sekedar memindahkan kantor sekretafiat wapres di tempat yang baru. Tetapi juga soal memindahkan mindset yang baru.

Seiring berjalannya waktu, juga akan segera ada pembangunan kawasan komersil. Seperti super market, kawasan entertain, sport center dan yang lainnya di kawasan IKN tersebut.

Bahkan bandara yang sudah ada juga sedang diusulkan menjadi bandara komersial. “Saya kalau ke IKN juga tidak pernah tidur di hotel, tapi di rusun ASN dan air bersih di sana juga bisa langsung diminum dari kran,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp