Pendidikan

Soal Pinjam Laptop untuk ANBK, Disdik Semarang: Sekolah Bisa Lapor atau Bagi Beberapa Sesi Ujian

×

Soal Pinjam Laptop untuk ANBK, Disdik Semarang: Sekolah Bisa Lapor atau Bagi Beberapa Sesi Ujian

Sebarkan artikel ini
SDN Kaligawe Laptop ANBK
Sejumlah siswa SDN Kaligawe saat melaksanakan ANBK menggunakan laptop pinjaman. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menanggapi persoalan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang terkendala fasilitas komputer dan laptop.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat, meminta sekolah yang kekurangan sarana prasarana dapat untuk melapor melalui aplikasi Sinar Bangsa (Sistem Penanganan Rehabilitasi Bangunan Sekolah).

“Kami juga sudah punya aplikasi sebetulnya terkait dengan kekurangan-kekurangan fasilitas yang ada, itu kan bisa dilaporkan,” kata Erwan saat beritajateng.tv hubungi, Kamis, 31 Oktober 2024.

Sebelumnya, SDN Kaligawe terpaksa meminjam laptop dari para guru dan sekolah lain demi bisa melangsungkan ANBK. Mereka kekurangan 5 hingga 7 unit laptop.

BACA JUGA: Terjadi Lagi, Viral Laptop Raib Ganti Buku Batik Tebal di Bus Rosalia Indah Rute Wonosobo-Bekasi

Mengetahui hal itu, Erwan mengatakan jika pihaknya akan segera mengecek langsung ke lapangan terkait aduan tersebut. Hal ini untuk memastikan standar pelayanan minimal di sekolah telah terpenuhi dengan baik.

Akan tetapi, ia sempat menyinggung jika jumlah siswa di jenjang sekolah dasar tidak sebanyak SMP. Semestinya, pelaksanaan ANBK bisa berlangsung dengan beberapa sesi.

“Menurut saya, ibaratnya yang melakukan tes itu 15 orang, itu dengan 5 laptop saya rasa bisa. Jadi dengan 3 sesi dan tidak terhambat, itu menurut saya,” kata Erwan.

Dinas Pendidikan Kota Semarang akan telusuri sekolah yang masih kekurangan laptop atau komputer untuk ANBK

Lebih lanjut, atas kasus ini ia pun berjanji akan melakukan survei ke sejumlah sekolah di Kota Semarang, tak hanya SDN Kaligawe. Hal itu untuk menelusuri sekolah mana saja yang masih kekurangan laptop atau komputer untuk ANBK.

“Kami akan melihat apakah sekolah sudah melakukan permohonan, mekanismenya bagaimana, apakah bisa terpenuhi sendiri. Misal melalui dana BOS atau tidak, akan kami cermati,” beber dia.

Di sisi lain, Erwan memastikan Dinas Pendidikan Kota Semarang telah menganggarkan dan memberikan fasilitas komputer atau laptop ke semua sekolah. Paling tidak, klaim Erwan, standar pelayanan minimal sudah terpenuhi.