SEMARANG, beritajateng.tv – Buruh pabrik asal Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Tri Cahyaningsih, merasa kecewa lantaran gagal menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah 2024.
Gagalnya Tri Cahyaningsih ialah karena tinggi badannya kurang 0,5 centimeter (cm) dari persyaratan. Kendati begitu, perempuan yang akrab dengan sapaan Ayya itu tak menyerah. Ia pun berniat mendaftar lagi jika ada seleksi penerimaan CPNS pada kesempatan berikutnya.
Merespons hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, tak banyak berkomentar perihal nasib yang menimpa Ayya.
Sebab, kata Rahmah, aturan mengenai seleksi CPNS telah pemerintah pusat tetapkan. “Kita mengikuti sesuai aturan, sudah ada Juknisnya [petunjuk teknis],” ujar Rahmah, Sabtu 22 Februari 2025.
Lebih lanjut, Rahmah pun menitip pesan agar Ayya tak patah semangat dalam menggapai cita-citanya untuk menjadi seorang Aparatul Sipil Negara (ASN).
Tak hanya itu, Rahmah turut berpesan untuk warga lainnya agar selalu memastikan kualifikasi dan persyaratan dengan kondisi masing-masing, supaya tak gagal seleksi di tengah jalan.
“Persiapkan diri dengan baik. Pilih formasi sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan perhatikan persyaratan atau kriteria yang diminta,” pungkas Rahmah singkat.
Sebelumnya, Ayya sempat mengejutkan publik karena berhasil meraih skor tertinggi di Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Kemenkumham se-Jawa Tengah pada CPNS 2024.
BACA JUGA: Berstatus TMS? Ini Jadwal Sanggah SKB CPNS 2024, Catat Tanggalnya!
Pada saat itu, Ayya mengaku memilih formasi CPNS penjaga tahanan dari Kemenkumham Jawa Tengah. Ayya pun tidak menyangka bisa mendapatkan skor tertinggi. Ia merasa soal yang dikerjakan sulit terlebih bagian tes wawasan kebangsaan (TWK).
Kendati berhasil meraih skor tertinggi di SKD, Ayya gagal menjadi CPNS Kemenkumham Jawa Tengah 2024. Alasannya, tinggi badannya kurang 0,5 centimeter (cm) dari persyaratan. (*)
Editor: Farah Nazila





