BLORA, beritajateng.tv – Menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora menggelar acara “Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pengawas Pemilu” bersama berbagai mitra kerja strategis, di De Garden Tunjungan, Minggu, 21 September 2025.
Sebanyak 50 peserta hadir dalam kegiatan ini, mulai dari perwakilan OPD, organisasi mahasiswa, kepala desa, kepala sekolah, hingga media lokal. Agenda ini merupakan bagian dari program nasional yang terfasilitasi Komisi II DPR RI.
Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim, menegaskan pentingnya peran mitra kerja untuk menjaga kualitas demokrasi.
“Kami sangat mengharapkan masukan agar kerja pengawasan semakin maksimal. Proses Pemilu dan Pilkada ke depan harus tetap sesuai prinsip demokrasi, apalagi saat ini UU Pemilu sudah masuk Prolegnas,” ujarnya.
BACA JUGA: Bambang Pacul Tak Lagi Jabat Ketua PDIP Jateng, Pengamat: Strategi Bu Mega Menangkan Pemilu 2029
Anggota Bawaslu Jawa Tengah, Ahmad Husain, pun menekankan pentingnya konsolidasi dan evaluasi bersama. Menurutnya, suksesnya Pemilu dan Pilkada 2024 perlu jadi pijakan guna meningkatkan kualitas demokrasi di masa depan.
Sementara anggota Komisi II DPR RI, Aziz Subekti, mengingatkan pentingnya kolaborasi erat dengan Pemda lantaran otonomi nyata terdapat di Kabupaten/Kota. Ia pun menyoroti tantangan komunikasi publik di era digital.
“Informasi benar harus lebih cepat sampai ke masyarakat dibanding hoaks. Jangan menunggu klarifikasi, dahulukan kebenaran agar publik tidak terjebak,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan anggota KPU Jateng, Mey Nurlela, yang menyoroti tantangan teknis pada Pemilu 2024, terutama terkait aplikasi yang publik nilai masih rumit.
Meski begitu, ia mengapresiasi kerja sama Bawaslu dan mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan hak pilih.
Pengamat pemilu dari UGM, Diasma Sandi Swandaru, menambahkan bahwa kewibawaan Bawaslu terletak pada fungsi pengawasan dan penanganan pelanggaran.
“Di situlah letak kepercayaan publik terhadap Bawaslu,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




