SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Sitok Srengenge kembali menjadi perbincangan publik setelah foto musisi Sal Priadi bersamanya tersebar luas. Foto tersebut memicu berbagai spekulasi, terutama dugaan dukungan Sal terhadap Sitok.
Publik lantas mengaitkan momen itu dengan kasus dugaan kekerasan seksual yang pernah menyeret Sitok pada 2013. Situasi tersebut segera mendorong Sal memberikan klarifikasi terbuka agar polemik tidak berkembang liar.
Melalui akun X miliknya pada Jumat 2 Januari 2026, Sal Priadi menjelaskan kronologi pertemuan secara rinci. Ia mengaku tidak merencanakan pertemuan dengan penyair senior tersebut.
Sal menyebut kedatangannya bertujuan menemui Laore Siwi Mentari, anak Sitok, yang menjadi temannya. Saat tiba, Sal bertemu Sitok bersama sang istri dalam suasana rumah tangga biasa.
“Saya main ke rumah anaknya, lalu masuk rumahnya ada bapak dan ibunya. Ngobrol selayaknya tamu, lalu diajak foto,” tulis Sal. Ia menegaskan momen foto tersebut terjadi sebagai bentuk sopan santun terhadap tuan rumah.
Menurut Sal, tidak ada maksud simbolik ataupun pesan tersembunyi dari dokumentasi singkat itu.
Namun demikian, Sal menyadari respons publik berkembang sangat cepat. Oleh sebab itu, ia memilih menjelaskan posisinya secara tegas.
Sal menyatakan dirinya tidak pernah berniat mendukung Sitok Srengenge dalam perkara apa pun. Ia bahkan menilai unggahan foto itu berpotensi melukai perasaan para penyintas kekerasan seksual.
“Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. Sikap saya clear, saya enggak bela,” tulis Sal.
Nada klarifikasi Sal semakin tegas ketika ia menilai tindakan yang pernah tertuduhkan kepada Sitok. “Menurut saya clear, dia janc*k,” tulis Sal lugas.
Profil Sitok Srengenge dan Jejak Kasus Lama
Nama Sitok Srengenge memiliki tempat tersendiri dalam dunia sastra Indonesia. Ia dikenal sebagai penulis dan penyair yang aktif pada era 2000-an. Karyanya sering hadir dalam forum sastra, diskusi literasi, serta komunitas seni di berbagai kota.
Pada masa itu, banyak kalangan menilai Sitok sebagai figur intelektual yang vokal dan produktif.
Di luar aktivitas kepenulisan, Sitok menjalani kehidupan pribadi secara relatif tertutup. Ia jarang membagikan urusan keluarga kepada publik.
Sitok kabarnya telah berkeluarga dan memiliki anak, termasuk Laore Siwi Mentari. Nama sang anak belakangan kerap muncul karena relasi pertemanan dengan figur publik.
Namun, citra tersebut berubah sejak laporan hukum muncul pada 2013. Seorang mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW melaporkan Sitok ke Polda Metro Jaya.
Korban menuduh Sitok melakukan perbuatan tidak menyenangkan yang berujung kehamilan. Laporan tersebut menyebut pemaksaan dan tipu muslihat di sebuah indekos kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Proses hukum kemudian menetapkan Sitok sebagai tersangka pada 2014. Meski begitu, perkara tersebut tidak kunjung mencapai putusan hingga kini. Banyak pihak menilai korban belum memperoleh keadilan yang layak. (*)





