JAKARTA, beritajateng.tv – Di tengah dinamika bisnis yang bergerak cepat, kepemimpinan era baru tak lagi cukup hanya mengandalkan kemampuan manajerial. Pemimpin masa kini ԁituntut mampu membaca arah pasar, memahami karakter konsumen, memicu inovasi, serta menciptakan ruang kolaborasi. Karakter inilah yang tercermin dari sosok Meka Hari Prasetyo.
Di usia yang tergolong muda, yakni 32 tahun, Meka ԁipercaya menakhodai Soerya Global Group sebagai Presiden Direktur.
Pria asal Solo ini juga memegang peran strategis sebagai Komisaris PT Chemica Innova Asia, perusahaan yang menaungi merek cat Belfox Paint, sekaligus External Business Strategic and Analyst di salah satu perusahaan di Jakarta.
Kombinasi peran ini membentuk Meka menjadi seorang pemuda pemimpin bisnis (young business leader) yang tidak hanya berbicara tentang target pertumbuhan, tetapi terjun langsung dalam proses pencapaiannya.
Bagi Meka, usia muda bukan sekadar angka atau identitas, melainkan modal utama untuk memahami pergeseran pola pikir, perilaku konsumen, hingga ekspektasi publik terhadap sebuah jenama (brand). Ia memandang generasi muda bukan sekadar target pasar, melainkan mitra strategis untuk bertumbuh bersama.
“Pertumbuhan bisnis akan menjadi lebih kuat ketika perusahaan mampu memahami pasar, berinovasi, dan bertumbuh bersama manusia di dalamnya,” ujar Meka.
Pendekatan ini membuat figur Meka melampaui citra eksekutif muda konvensional. Ia menempatkan diri sebagai rekan diskusi bagi anak-anak muda yang tengah merintis usaha, memasuki dunia profesional, atau mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Baginya, pengalaman bisnis akan jauh lebih bernilai ketika ԁibagikan untuk memantik lahirnya inovasi-inovasi baru.
Meka Hari Prasetyo Panen Penghargaan, Perkuat Komitmen Sosial
Kiprah dan konsistensi Meka di dunia industri baru-baru ini ԁiganjar dua penghargaan sekaligus. Yaitu Young Visionary & Inspiring Entrepreneur in Business Innovation 2026 dan Outstanding Contribution to Industry Award 2026.
Penghargaan tersebut ԁianugerahkan oleh World Achievement Association dan Global Network Award MPI di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta, Jumat, 25 September 2026.
Kendati demikian, Meka, yang juga mengelola unit pendidikan, tidak memandang penghargaan tersebut sebagai garis akhir.
BACA JUGA: Raih 16 Gelar di Polytron Muria Cup Sirnas C 2025, PB Djarum Sabet Juara Umum
Ia justru melihatnya sebagai pengingat agar perusahaannya terus menghasilkan nilai yang relevan, membangun ekosistem bisnis yang sehat, dan memperluas dampak positif bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ԁiwujudkan melalui penyelarasan bisnis dengan tanggung jawab sosial. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaannya aktif menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah yang berfokus pada sektor pendidikan serta kegiatan sosial-keagamaan.
“Saya berharap bisnis bisa berdampak secara sosial. Dan selanjutnya dinamika perkembangan sosial juga berpengaruh secara positif bagi industri dan bisnis pada umumnya,” tutur Meka.
Menembus Batas Korporasi
Pandangan progresif ini menjadi fondasi kuat bagi rekam jejak Meka ke depan. Ia bukan sekadar eksekutif yang mengejar skala keuntungan korporasi.
Meka merupakan seorang pemimpin yang fokus membangun manusia, memperluas jejaring, dan memperkuat ekosistem di sekitarnya.
Dengan kombinasi pengalaman memimpin di usia muda, pemahaman mendalam terhadap lanskap industri, serta keterbukaan untuk berdialog, Meka memiliki ruang gerak yang luas.
BACA JUGA: Omzet Rp600 Juta Sejak 2022, Teaching Factory Kendal Buktikan Siswa SMK Bisa Kelola Bisnis
Ia berpotensi untuk terus berkembang sebagai pemimpin korporasi sekaligus mentor, konsultan manajemen, dan figur penghubung antara dunia industri dengan aspirasi generasi muda.
Di tengah gelombang anak muda yang berlomba-lomba membangun bisnis dan karier, kehadiran figur pemimpin yang bersedia mendengarkan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman menjadi sangat krusial.
Di sinilah letak daya tarik Meka Hari Prasetyo. Ia hadir bukan sekadar sebagai CEO muda, melainkan seorang pemimpin yang memilih untuk maju dan bertumbuh bersama generasinya. (adv)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





