Pendidikan

Omzet Rp600 Juta Sejak 2022, Teaching Factory Kendal Buktikan Siswa SMK Bisa Kelola Bisnis

×

Omzet Rp600 Juta Sejak 2022, Teaching Factory Kendal Buktikan Siswa SMK Bisa Kelola Bisnis

Sebarkan artikel ini
Omzet Rp600 Juta Sejak 2022, Teaching Factory Kendal Buktikan Siswa SMK Bisa Kelola Bisnis
Program Enduro Home Service (EHS) teaching factory di SMK Harapan Mulya Kendal. (Ellya/beritajateng.tv)

KENDAL, beritajateng.tv – Bengkel sekolah biasanya menjadi tempat siswa mengasah kemampuan memperbaiki kendaraan. Namun, Teaching Factory (TeFa) Karya Speed milik SMK Harapan Mulya Kendal membawa praktik tersebut ke level yang lebih nyata.

Bengkel yang pengelolaannya bersama siswa itu tidak hanya menjadi ruang praktik otomotif, tetapi juga menjalankan bisnis secara langsung. Setiap bulan, Karya Speed mampu melayani hingga 200 sepeda motor dengan pelanggan dari masyarakat umum.

Sejak mulai beroperasi pada 2022, omzet yang Karya Speed peroleh telah mencapai sekitar Rp600 juta. Angka tersebut menunjukkan bagaimana pembelajaran berbasis praktik dapat sekaligus mengenalkan siswa pada dunia usaha.

Di Karya Speed, siswa tidak hanya mampu menemukan kerusakan dan memperbaiki mesin. Mereka juga belajar berkomunikasi dengan pelanggan, mengelola administrasi, bekerja dalam tim, hingga memasarkan jasa bengkel.

Pengalaman tersebut membuat proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Siswa langsung berhadapan dengan persoalan kendaraan yang beragam sekaligus harus memberikan pelayanan kepada konsumen.

Penguatan pembelajaran itu salah satunya mendapat dukungan melalui program Enduro Home Service (EHS) dari Pertamina Lubricants.

Program yang berjalan sejak 2022 tersebut memberikan pembekalan mengenai pengelolaan bengkel sekaligus dasar kewirausahaan.

Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan pengalaman mengelola bengkel secara langsung penting agar siswa memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai dunia kerja.

“Kami ingin memperluas perspektif siswa bahwa keterampilan otomotif yang mereka pelajari tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang,” ujar Rika.

BACA JUGA: Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Enduro Bikin Driver Ojol Bisa Hemat Ganti Oli 

Melalui program EHS, siswa mendapatkan materi yang lebih luas dari sekadar kemampuan teknis. Mereka dibekali pengetahuan kewirausahaan, administrasi bengkel, kebugaran dan stamina, komunikasi, serta kerja sama tim.

Siswa juga mendapat pengalaman dalam pembuatan konten digital. Kemampuan tersebut bertujuan untuk membantu mereka memasarkan layanan bengkel di tengah perubahan pola promosi yang semakin bergeser ke platform digital.