Pendidikan

SPMB Tahap II Hanya Terisi Dua Murid, SMA Mardisiswa Semarang Isi Kuota dengan Jalur Reguler

×

SPMB Tahap II Hanya Terisi Dua Murid, SMA Mardisiswa Semarang Isi Kuota dengan Jalur Reguler

Sebarkan artikel ini
SMA Mardisiswa Semarang
SMA Mardisiswa di Jalan Sukun Raya No. 45, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, Rabu, 9 Juli 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Hari terakhir pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SMPB) tahap kedua di SMA/SMK swasta, hanya dua murid yang mendaftar di SMA Mardisiswa Semarang.

SMA Mardisiswa yang berlokasi di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, itu merupakan salah satu sekolah swasta kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendidik siswa dari keluarga kurang mampu.

Dari kuota 36 murid, jalur ini baru terisi dua orang. Kepala SMA Mardisiswa Semarang, Marwulandari Sayekti, menyebut kedua murid itu mendaftar pada tahap ledua. Hal itu Marwulandari ungkap saat beritajateng.tv jumpai langsung di kantornya pada Rabu, 9 Juli 2025.

BACA JUGA: Besok Hari Terakhir SPMB Jateng Tahap II, Program SMA/SMK Swasta Gratis Serap 2.238 Siswa Miskin

“Sampai hari ini yang mendaftar baru dua siswa dan kebetulan itu siswa yang masuk daftar tunggu di sekolah kami,” ungkapnya.

Sementara di tahap pertama, tidak ada murid yang mendaftar melalui jalur kemitraan atau afirmasi di SMA Mardisiswa. Berkaca dari jalur afirmasi di SMA Negeri, Marwulandari mengatakan bahwa kuota jalur afirmasi memang sering tidak terpenuhi.

“Enggak ada kalau kami, enggak menerima [tahap pertama]. Maksudnya nol yang daftar karena di [SMA] negeri aja kuotanya tidak terpenuhi. Contohnya SMAN 9 itu, kalau enggak salah itu kuotanya 100-an lebih. Cuma 20-an lebih yang daftar lewat jalur afirmasi. Jadi kan masih kurang banyak itu,” paparnya.

Jalur afirmasi SMA Mardisiswa Semarang cuma ada 2 murid

Dua murid yang mendaftar di SMA Mardisiswa lewat jalur afirmasi tersebut merupakan siswa yang tak diterima di SMA Negeri lantaran mendaftar melalui jalur domisili. Sedangkan dua murid tersebut termasuk golongan atau kriteria P3 yang bisa mendaftar melalui jalur afirmasi.

Marwulandari melanjutkan, dua murid itu akhirnya datang ke SMA Mardisiswa dan mendaftar lewat jalur kemitraan atau afirmasi. Namun, pendaftaran tahap pertama sudah ditutup dan baru mendaftar di tahap kedua.

“Kebetulan kemarin ada regulasi baru gelombang dua, langsung kami hubungi dua-duanya; Senin mereka daftar,” katanya.

BACA JUGA: Baru 2 Calon Siswa Daftar SPMB Tahap Kedua di SMK Ibu Kartini Semarang, Kepsek Upayakan Jemput Bola

Isi kuota murid dengan jalur reguler

Meski hanya mendapatkan dua Calon Murid Baru (CMB) melalui jalur afirmasi, Marwulandari menyatakan pihaknya telah berusaha menghubungi CMB yang berdomisili di sekitar SMA Mardisiswa Semarang.

Setelah dihubungi, ternyata banyak CMB yang sudah diterima dan mendaftar di sekolah swasta lain.

“Jadi yang kami hubungi itu adalah anak-anak yang di sekitar Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik. Kebetulan mereka sudah dapat sekolah swasta yang lain,” tuturnya.

Marwulandari mengatakan bahwa tidak akan menarik murid yang sudah diterima di sekolah lain.

BACA JUGA: Ombudsman Terima Puluhan Aduan selama SPMB 2025, Ada Laporan Jual Beli Seragam di Karanganyar dan Kudus

“Jadi kemarin itu pada waktu Zoom Meeting dengan dinas itu kami enggak boleh ngambil dari sekolah swasta lain, kecuali anak itu sendiri yang datang ke [sekolah] kami,” jelasnya.

Kepala SMA Mardisiswa itu mengaku telah menghubungi lima orang CMB dan keseluruhan telah mendapatkan sekolah. Lebih lanjut, ia pun mengatakan pihaknya mengisi kekosongan jalur afirmasi dengan jalur reguler.

“Sebenarnya 144 murid. Ini kami sudah 100, hampir 150. Ya, kita sudah memenuhi target. Harusnya kemarin itu dari 144 itu yang 36 miliknya anak afirmasi, milik anak kemitraan. Kami dapatnya 108. Tapi karena kami kemitraan saja yang daftar nol, akhirnya kami buka yang reguler semua,” tuturnya.

Hingga Rabu, 9 Juli 2025, SMA Mardisiswa masih melayani pendaftaran jalur reguler. Namun, akan ditutup jika kuota telah mencapai 150 murid. Marwulandari menambahkan bahwa SPMB SMA Mardisiswa pada tahun ajaran 2025/2026 akan membuka sekitar 4-5 kelas rombongan belajar. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp