SEMARANG, beritajateng.tv – Aktivis Yayasan Sahabat Setia Satwa Kota Semarang, Maria Christiana mengungkapkan kepedihannya terhadap perlakuan tidak layak terhadap anjing. Ia menyayangkan anjing yang menjadi objek jual-beli, mendapat perlakuan kurang pantas dan bahkan untuk konsumsi.
Belakangan ini, kasus penyergapan serta penangkapan sebuah truk yang mengangkut 200 lebih ekor anjing di gerbang tol Kalikangkung beberapa waktu yang lalu terus menjadi sorotan publik.
Mengutip sebuah pepatah dari Mahatma Gandhi yang berbunyi ‘Kebesaran suatu bangsa dapat dinilai dari cara hewan-hewannya diperlakukan’, Maria menyebut, peran pemerintah dalam membuat peraturan tegas yang melarang jual beli hewan sangat diperlukan.
“Kami sangat ingin adanya regulasi hukum berkenaan dengan perlindungan hewan tidak berpemilik. Untuk mengontrol populasi hewan-hewan tersebut pemerintah dan lembaga terkait harus fokus pada steril gratis dan vaksinasi,” kata Maria kepada beritajateng.tv, Jumat, 12 Januari 2024.
Sebagai pecinta bintang, Maria memang tak gentar dalam mengampanyekan bahwa perlindungan bukan hanya hak bagi hewan berpemilik. Namun juga hewan hewan liar seperti kucing, anjing, monyet bahkan hewan lain tanpa bertuan.
Jika tidak suka dengan kehadiran hewan liar di sekitar kita, jangan melakukan tindakan kekerasan seperti memukul, melempar batu, bahkan membunuhnya.
“Agar hewan-hewan liar tidak berpemilik ini bisa mendapat perlindungan dan perhatian dari pemerintah. Bersama kita suarakan setop makan daging anjing dan kucing dan stop kekerasan pada hewan,” ajaknya.
Yayasan Sahabat Setia Satwa Semarang ikut terlibat proses evakuasi
Sebagai informasi, Yayasan Sahabat Setia Satwa terlibat dalam membantu proses evakuasi anjing-anjing di dalam truk yang disinyalir digunakan untuk konsumsi tersebut.
Maria mengungkapkan, pihaknya datang membantu mengevakuasi para anjing tersebut sejak dari lokasi awal. Yayasan Sahabat Setia Satwa kemudian membantu dalam menyediakan 20 galon air minum, beberapa karton air mineral, dan memberikan 5 sak makanan anjing. Mereka juga mendatangkan dokter hewan dan staff medis untuk menangani kondisi kesehatan para anjing.
“Yayasan Sahabat Setia Satwa juga saling bahu membahu menurunkan anjing dari dalam truk, melepas ikatan di moncong dan lehernya, serta karung untuk membungkus anjing-anjing tersebut. Kemudian memberi minum anjing-anjing tersebut karena mereka mengalami heat stroke yang karena perjalanan jauh tanpa makan, tanpa minum dan ruang muat yang sempit,” kenangnya miris.
Meski baru berdiri pada tahun 2023 sebagai binaan dari Polrestabes Semarang Satuan Satwa, Yayasan Sahabat Setia Satwa telah aktif dalam memberikan pertolongan dan perlindungan satwa di Kota Semarang.
Seperti anjing dan kucing yang diperjualbelikan secara tidak layak, korban kekerasan, terlantar ataupun korban penelantaran yang sengaja dilakukan oleh pemilik.
Selain itu, juga beberapa kasus seperti hewan korban pembacokan, potong ekor, dan kondisi-kondisi lainnya yang sangat memprihatinkan. Hal tersebut merupakan akibat ulah jahat oknum manusia.
BACA JUGA: Konsumsi Daging Anjing di Jateng Capai 13 Ribu Ekor per Bulan, Aktivis Hewan Sebut Solo Tertinggi
“Kami menyelamatkan hewan-hewan tersebut, kemudian kami berikan perawatan kesehatan secara maksimal. Seperti pemberian vaksin, kemudian mencarikan adopter untuk menjamin kebahagiaan mereka. Tentunya sesuai dengan ketentuan tertentu sebagai adopter,” imbuh Maria.
Hingga saat ini, Yayasan Sahabat Setia Satwa telah berhasil mengobati puluhan kucing liar, melakukan sterilisasi dan dalam proses mencarikan pengadopsi yang memenuhi kriteria.(*)
Editor: Farah Nazila





